sistem pengendalian dan penganggulangan banjir modern

Penanggulangan Bencana Banjir Dengan Big data

Seperti pada pengunaan Big Data untuk pengelolaan arus lalu lintas yang dapat mengalihkan jalur, hal ini semestinya juga dapat dipakai pada penanggulangan banjir. Dengan menggunakan big data para masyarakat dan pihak berwenang dapat dengan cepat mendapatkan informasi bencana banjir di suatu wilayah dan bahkan dapat memprediksi akan terjadinya banjir.

Peralatan big data seperti sensor hujan, pengukur ketinggian air, dan juga pengukur debit hujan dapat di konsolidasikan dengan arah pergerakan awan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan juga menggunakan data lokasi banjir terdahulu dari BNPB serta data pembangunan infrastruktur yang terus berkembang pada tiap wilayah semisal adanya pelebaran sungai atau pendalaman sungai yang dapat menampung debit air sekian kubik, dan sebagainya.

Prediksi Bencana Banjir Dengan Big Data

Pada prinsipnya penanggulangan bencana banjir dengan menggunakan big data adalah untuk sistem pemeringatan dini saja, namun tidak tertutup kemungkinan untuk pencegahan terjadinya bencana banjir, seperti dengan sistem buka tutup dan pengalihan air secara otomatis berdasar perhitungan yang tepat.

Beberapa produk IoT dapat digunakan untuk hal ini seperti :

  • Sensor Hujan dan Kelembaban
  • Pengukur Tinggi Air Kolam
  • Pengukur kecepatan arus air
  • Pengukur kelembaban tanah

Pengumpulan Data Banjir

Saat ini pemerintah Indonesia mengumpulkan data banjir secara manual, sebetulnya ada cara yang lebih hemat, cepat dan tepat dengan menggunakan sosial media. Seperti Twitter, sosial media ini sangat kaya akan informasi dan dapat digunakan untuk pengumpulan big data informasi banjir secara akurat dan real time. Sehingga kini ada 2 tehnik pengumpulan data banjir sebagai berikut:

  • Data riawayat banjir per daerah
  • Sosial media data mining, menggunakan twitter dengan mengumpulkan kata “banjir disini” atau “banjir bandang” dan di asosiasikan ke lokasi profil pengguna selain lokasi yang disebut pada komentat twitter, kemudian diberikan ratio tertentu untuk mengukur validitas informasi.

Sehingga dengan kecepatan dan ketepatan data dari sosial media yang sudah di olah dengan aplikasi tertentu dapat lebih mempercepat kesiapan pihak BNPB untuk ber-reaksi pada penganggulangan banjir di Indonesia.

Kembali ke ide penanggulangan banjir menggunakan Big Data dan sejumlah perangkat IoT, peralatan mekanik seperti pintu air, irigasi sungani dan waduk pun dapat di pasangkan modul IoT sehingga pengendalian dapat dilakukan secara terpusat dan lebih mudah untuk dilakukan tindakan manual.

Berikut diagram penganggulangan banjir dengan teknologi modern untuk menuju Smart City Indonesia.

sistem pengendalian dan penanggulangan banjir modern

Pengendalian Banjir dan Smart City di Indonesia

Suatu kota Untuk dapat dikatakan sebagai smart city tidak hanya dengan kecanggihan sistem e-goverment dan banyaknya perusahaan data center saja akan tetapi tentunya kota tersebut juga harus dapat mengendalikan potensi banjir menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Sehingga hujan deras tidaklah menjadi bencana petaka bagi banyak orang, namun di kelola agar dapat dimanfaatkan bagi para petani dan peternak untuk mencegah terjadinya bencana kekeringan. Semoga kedepannya, daerah yang lebih tinggi diberikan waduk dibagian dataran yang lebih rendahnya untuk menampung debit air hujan dan dapat dialirkan lagi ke wialayah di bawahnya jika terdeteksi sudah membutuhkan pasokan air lagi dan prediksi cuaca berdasar pegerakan awan tidak menyatakan akan terjadi hujan.

Dalam hal ini sebuah perusahaan data center Indonesia dibutuhkan untuk menempatkan data yang di dapat baik dari perangkat IoT, sosial media, maupun dari instansi BMKG. Dan penyedia fasilitas data center tesebut sebaiknya berada dilokasi minimal 200 meter dari permukaan laut dan diluar wilayah banjir.

Indonesia lebih memiliki banyak potensi kotanya menjadi Smart City, tidak seperti Singapore yang sudah reklamasi pantai sana sini akhirnya ketika hujan dan air laut pasang .. entah mereka akan buang kemana air-air tersebut yang balik kembali ke tengah kota.

Kesimpulan Ide Penanggulangan Banjir ini adalah :

Dengan menggabungkan, mengintegrasikan, dan menganalisis data tentang kondisi cuaca, pasang surut, integritas tanggul, pengalihan jalur dan pemantauran arus, dapat memberikan pemerintah Indonesia beberapa informasi rinci untuk persiapan dalam menghadapi bencana yang lebih baik (mitigasi bencana) sebagai tujuan untuk melindungi warga negara Indonesia baik bisnis, rumah, pertanian, ternak, dan infrastruktur.

Dengan menggunakan Big Data dan IoT pemerintah Indonesia dapat lebih baik melindungi dan melayani masyarakat dari banjir dengan sistem peringatan dini, pengendalian arus air untuk pencegahan banjir, dan penganggulangan banjir dapat dilakukan lebih cepat sesuai dengan kapasitas bencana yang dapat terukur sehingga dapat meminimalkan korban hanyut air deras.

Inilah salah satu tujuan sebagai pengelola bumi, walaupun kemajuan hutan beton sangat pesat.. Indonesia harus sanggup menjaga keseimbangan alam baik degan peraturan maupun dengan teknologi seperti pada penanggulangan banjir ini.