Cara Merampingkan Kantor Cabang Perusahaan Tanpa Pemecatan

Pada sebuah perusahaan atau organisasi yang memiliki cabang dimana Teknologi Informasi (TI) merupakan tulang punggung aktivitas operasional, seluruh infrastruktur teknologi informasi biasanya terpasang pada tiap-tiap cabang. Konsekuensi dari cara lama ini adalah biaya operasional yang tetap dan belum tentu kontribusinya berimbang.

Terkadang, ketika manajemen menghadapi kondisi untuk merampingkan anggaran dan pengeluaran dan menerapkan pada cabang tertentu, disini sebetulnya masih terdapat konsekuensi menurunnya kinerja operasional di cabang tersebut yang juga dapat berdampak secara keseluruhan.

Cara Merampingkan Kantor Cabang Perusahaan Tanpa Pemecatan

Seperti pada perusahaan Tour Travel yang menjual tiket. Bisa saja salah satu cabang setelah dikurangi anggarannya, kemudian perangkat pendukung menjadi usang. Tentu hal ini menurunkan kecepatan atau kegesitan para karyawan. Ketika kondisi sudah seperti itu, manajemen tentu akan berpikir bahwa selanjutnya adalah karyawannya yang di efisiensikan alias di PHK. Dan ini terjadi hampir di seluruh Industri dan jenis usaha.

Merampingkan Kantor Cabang Dengan Memanfaatkan Teknologi Informasi

Di era serba digital dan terhubung sekarang ini, manajemen dapat memanfaatkan Teknologi SIstem Informasi untuk mengatasi hal tersebut. Hal ini dikenal dengan konsep “Zero Branch IT” pada pembahasan mengenai ROBO (Remote-Office Back-Office).

Hal ini memungkinkan TI bekerja secara signifikan dalam meningkatkan pengalaman pengguna dan semua pekerja di garis depan, mengurangi biaya dan kompleksitas pengelolaan pada lingkungan terdistribusi, serta dapat lebih melindungi diri terhadap ancaman keamanan canggih saat ini. Pengelolaan Teknologi Informasi seperti membutuhkan dukungan datacenter terpusat yang aman, mendukung untuk infrastruktur cloud dan disaster recovery site, juga dapat memberikan jasa managed service atau jasa pengelolaan TI sesuai standard internasional dan sesuai untuk menangani kebutuhan anda akan Zero Branch IT.

Ada beberapa keuntungan dalam menerapkan Zero Branch IT, antara lain :

  1. Memperkokoh postur keamanan

    Data dijamin 100 persen oleh penyedia data center. Ini tidak seperti pada sistem TI di tiap cabang yang mana data dan infrastruktur TI menjadi tanggung jawab masing-masing. Semua data dienkripsi sebelum melalui saluran pengiriman end-to-end sesuai syarat manajemen keamanan yang tertuang dalam ISO 27001.

  2. Meningkatkan produktivitas pengguna

    Dapat menghasilkan peningkatan hingga 100x dalam kinerja aplikasi remote. Pengguna akan menemukan lebih sedikit kelumpuan sistem atau downtime yang menyebabkan kinerja buruk. Memastikan informasi dan ketersediaan sistem yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pekerjaan mereka dengan lancar.

  3. Menjamin kelangsungan bisnis

    Dengan pemulihan 100x kali lebih cepat, hal ini dapat meminimalkan kerusakan yang dapat berdampak pada bisnis. Melakukan pencadangan dan pemulihan hanya dalam hitungan detik, bukan hari yang berarti meningkatkan kelincahan operasional. Team TI dapat menyediakan layanan pada tiang cabang yang baru di bawah 15 menit, dan mengelola segala sesuatu melalui dashboard dikantor pusat. Semua operasi TI untuk ROBO rata-rata berat, seperti penyediaan layanan baru dan situs, pemulihan situs dalam kasus downtime. Dengan cara ini nyeri sakit kepala pada C-Level bisa benar-benar hilang, karena data tidak perlu memikirkan lagi hal yang selama ini dilakukan dengan tidak efisien dan beresiko menghadapi pilihan untuk pemutusan kerja karyawan. Ttim IT dapat lebih gesit dan lebih mampu mendukung kebutuhan bisnis yang selalu berubah. Baca juga mengenai Manfaat DevOps Dalam Menghadapi Dinamika Bisnis di Era Digital sekarang ini.

Modernisasi Teknologi Informasi

Merupakan suatu keharusan untuk kelangsungan bisnis dengan biaya yang cenderung meningkat. Ketrampilan profesional dalam Modern IT merupakan “jajanan mahal” perusahaan. Demikian dalam merampingkan kantor cabang yang bertujuan efisiensi juga akan mengeluarkan biaya, namun kedepannya baik biaya kepemilikan (TCO : Total Cost of Ownership), biaya modal (Capex) dan biaya operasional (Opex) akan berkurang.

Zero Branch IT dapat dikatakan sebagai strategi efisiensi perusahaan jangka panjang. Tanpa melakukan perubahan ini, maka biaya kepemilikan (TCO : Total Cost of Ownership), biaya modal (Capex) dan biaya operasional (Opex) akan bertambah.

Konsultan Transformasi Digital Perusahaan Indonesia

Ini merupakan pilihan yang dihadapi banyak perusahaan di dunia, dan juga di Indonesia. Sebuah survey majalah digital pernah menyatakan bahwa para CIO di ASEAN memiliki kecendrungan untuk meningkatkan anggaran TI setiap tahunnya.

Tentu pilihan berada di para pemangku keputusan di masing-masing perusahaan. Namun disaat yang sama, perusahaan di Indonesia sudah mulai banyak yang menata ulang konsep manajemen dan operasional bisnis mereka. Dengan cepat beradaptasi pada perubahan, hal ini dapat memberikan nilai kompetitif yang lebih unggul.

 

Silahkan berdiskusi..
12 Perusahaan Startup Mendapat Investasi dari Intel Capital
Tenaga Ahli Data Center Semakin Dibutuhkan di Indonesia

Comments are closed.