bisnis kuliner online Semakin hits lhoo

Bisnis Kuliner Online Semakin Hits Setelah Adanya Pandemi

Pada masa pandemi hingga masa transisi #NewNormal kali ini, kami memantau banyak bisnis kuliner online yang mengalami ledakan penjualan. Baik bisnis frozen food maupun bisnis katering, semua sedang mengalami booming yang cukup dahsyat.

Demikian untuk minuman seperti madu, minuman jeruk lemon dan produk lainnya yang dapat memberikan tambahan vitamin atau meningkatkan daya tahan tubuh.

Memang, bisnis kuliner selalu menarik bagi para pelaku bisnis. Akan tetapi, mereka yang masih minim hadir di saluran digital mengalami kesulitan. Seperti bisnis restoran dan cafe di Mall yang terkena penutupan sementara selama beberapa bulan.

Lantas, apakah meledaknya penjualan bisnis kuliner secara online ini hanya bersifat sementara saja? Mari kita bahas sedikit mengenai hal ini.

Kenapa Bisnis Kuliner Online Semakin Menggiurkan?

Sebelum masa pandemi, bisnis kuliner sudah cukup ramai dan menarik. Setelah adanya pandemi Covid-19 ini memang jadi lebih meningkat secara dramatis. Setelah banyak orang melakukan segala sesuatunya secara online, maka ini akan merubah kebiasaan orang dan membentuk pola kenormalan baru atau #NewNormal.

Jadi, saat setelah pandemi pun bisnis kuliner online akan tetap banyak dicari oleh para konsumen. Ini didorong karena perilaku konsumen yang berubah dari offline ke online. Dari yang suka hangout di Resto dan Cafe, kini mereka hangout dengan sewa apartemen harian dan beli makanan online.

Hal ini beberapa waktu terakhir sering kami diskusikan secara online dengan mas Yuswohadi (penulis buku “Millennials kill everything”) yang sekarang sedang menyiapkan buku “Corona Kills Everything”.

Demikian saat memberikan webinar mengenai pemasaran digital, kami juga mendapatkan ilmu dari para pelaku bisnis kuliner online. Mereka memiliki keyakinan bahwa bisnis kuliner masih tetap bersinar selama orang masih butuh makan. Ya, ini memang betul, lantas kenapa ada bisnis kuliner baik offline (resto) maupun online yang gulung tikar?.

Permasalahan Umum

Bisnis restoran, sebelum masa pandemi banyak yang gulung tikar karena pelayanan kurang ramah ataupun kaku. Pada dasarnya, bisnis restoran harus mengusung prinsip hospitality juga. Akhirnya, banyak konsumen yang kecewa dengan pelayanan dan mulai membuat review negatif baik di Google Review, maupun di media sosial.

Negative review secara online merupakan ancaman serius bagi bisnis kuliner baik online maupun offline.

Sedangkan saat pandemi, restoran dan cafe banyak yang gulung tikar karena kehabisan modal, mereka harus rumahkan karyawan karena tidak ada pemasukan. Inilah pentingnya transformasi digital untuk seluruh jenis bisnis, agar dapat tetap bertahan. Dan ini sudah terbukti di masa pandemi ini!.

Sedangkan untuk bisnis kuliner rumahan yang hanya melakukan posting foto makanan di media sosial, mereka mendapatkan peningkatan order yang signifikan. Ini berlaku untuk mereka yang sudah hadir di media sosial secara konsisten selama 2 tahun lebih.

Setelah kami amati, ternyata pelaku bisnis kuliner online pun kebingungan saat permintaan meningkat secara drastis. Umumnya mereka belum siap di sisi operasional yang melibatkan peralatan dan tenaga kerja. Tentu hal tersebut akan memberikan kekecewaan konsumen dan dapat menggerus pasar mereka sendiri.

Dalam hal ini, baik bisnis online kuliner maupun offline, sama-sama menghadapi masalah di masa pandemi ini. Hanya saja jika masalah banyak order namun tak sanggup penuhi permintaan.. itu merupakan “Very Good Problem to Have”.

“Banyak order namun tak sanggup penuhi permintaan merupakan masalah terbaik yang dapat dimiliki oleh pebisnis”

Intinya tantangan tersebut harus dapat ditemukan solusinya, baik bagi bisnis makanan online maupun offline.

Solusi Mengatasi Masalah Bisnis Kuliner Saat Pandemi

Untuk bisnis kuliner offline seperti Cafe dan Resto, sebaiknya mulai melakukan transformasi digital dengan melakukan hal ini:

  1. Buatlah website atau bikin landing page untuk menampilkan Brand Restoran/Cafe, menu, dan online ordering.
  2. Hadir di media sosial secara intensif, menarik, dan jelas.
  3. Dorong dengan iklan digital seperti FB Ads, IG Ads, dan Google Search Ads (Ini harus dilakukan secara serempak dan konsisten.)

Sepintas cukup mudah, namun karena banyak pesaing bisnis Anda lakukan hal yang sama.. maka konsistensi akan menjadi penentu. Seberapa kuat Anda konsisten? 1 bulan ? 2 bulan ? untuk lakukan hal itu?. Bagaimana pesaing Anda? 1 tahun ? 2 tahun?.

Ingatlah, digital marketing akan terlihat jelas dampak positifnya setelah 2 tahun jika dilakukan dengan benar. Untuk ini, Anda dapat mencari konsultan digital marketing yang berpengalaman untuk menuntun bisnis Anda dalam melakukan pemasaran online.

Untuk bisnis kuliner rumahan yang “meledak” ordernya saat pandemi ini, sebaiknya mulai untuk mencari tenaga kerja paruh waktu. Pekerjaan dapur memang sangat melelahkan, harus teliti dan hati-hati. Kemudian, jika sudah ada tenaga kerja tambahan, maka dapat menambah beberapa peralatan penting secara bertahap.

Dengan sebuah website, Anda dapat mengatur dan menganalisa berapa order yang masuk dan berapa tenaga kerja serta modal yang dibutuhkan.

Selanjutnya, jalankan pemasaran digital agar bisnis kuliner online Anda tetap stabil dan bahkan meningkat. Dari beberapa peserta webinar, kami sering dengar bahwa mereka cukup stabil dalam penjualan, tapi pembeli mereka datang dan pergi. Ini artinya harus ada cara untuk meningkatkan umur pelanggan. Misal, dengan membuat paket makanan sehat untuk mingguan dan bulanan.

Meledaknya Bisnis Frozen Food dan Makanan Kemasan

Ini fenomena yang kami alami bersama beberapa client digital marketing kami. Sebuah makanan bakso aci kemasan dengan porsi jumbo mencari reseller. Mereka memutuskan untuk iklan di FB dan IG. Namun, baru satu hari iklan, WhatsApp mereka dibanjiri ratusan peminat reseller bakso aci kemasan tersebut. Akhirnya, Client kami ini minta iklannya di stop dan dialihkan untuk mencari pembeli saja.

Meningkatnya permintaan reseller dropship memang terjadi pada semua produk kuliner. Saat ini banyak yang menjadi korban PHK dan sebagainya. Mereka adalah “Sales Force” secara online yang “merangsek” ke seluruh saluran digital. Dan ini berarti penjualan akan meningkat secara drastis, dan minim biaya pemasaran.

Selanjutnya, salah satu brand frozen food kelas tiga yang kami handle di sisi IG Marketing, mereka semakin sibuk. Owner dan direksi perusahaan tersebut saat sebelum pandemi hanya ada satu orang sekretaris. Saat pandemi, mereka mengalami lonjakan permintaan dan akhirnya direksi tersebut hire dua orang sekretaris lagi, jadi sekretarisnya sekarang ada tiga.

Kemudian kami juga melihat lonjakan drastis pada produk Nasi Biryani. Ini cukup mengherankan bagi kami. Salah satu kolega kami yang menjadi reseller produk tersebut berhasil menjual ribuan pack nasi biryani dalam setiap minggunya. Mereka hanya menggunakan marketplace untuk menjual produk tersebut. Pikir kami, apalagi jika mereka menjalankan 3 hal tersebut di atas.

Pada akhirnya, ketersediaan stok akan menjadi masalah. Baik pada bisnis kuliner rumahan maupun bisnis frozen food, ketika permintaan meningkat drastis.

Ada kesamaan pada bisnis-bisnis kuliner online tersebut. Mereka lakukan pemasaran secara online, permintaan meledak, mereka kekurangan stok atau sumber daya untuk meningkatkan produksi.

Kesimpulan:

Setiap masalah selalu ada hikmahnya. Pandemi Covid-19 ini memberikan momentum yang sangat positif bagi pebisnis kuliner online. Namun di lain sisi, bagi pengusaha restoran dan cafe.. ini merupakan bencana bagi bisnis mereka.

Kenali tantangan dan deteksi solusi. Jalankan pemasaran online dengan strategi yang tepat, serta miliki sumber daya untuk meningkatkan produksi sebagai antisipasi untuk meningkatnya lonjakan permintaan oleh para konsumen.

Bisnis harus cepat beradaptasi dengan faktor eksternal. Wabah Covid-19 telah merubah pola perilaku konsumen. Kecepatan dalam melakukan transformasi digital merupakan faktor penting yang harus segera Anda lakukan.

Semoga informasi singkat mengenai meledaknya bisnis kuliner online saat masa pandemi ini dapat memberikan inspirasi dan bermanfaat bagi para pembaca. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini.