Tren Media Sosial Yang Harus di Antisipasi di Tahun 2018

Pada tahun lalu, sejumlah cerita seputar perubahan media sosial dari Facebook memikat pengguna Snapchat ke Instagram, Twitter dari 140 karakter ke 280 karakter. Tahun 2018, ada beberapa hal yang perlu kita antisipasi dari tren media sosial ini.

tren media sosial 2018

Tahun 2018, media sosial siap menciptakan gangguan lebih banyak lagi karena sejumlah kemajuan teknologi baru menjadi mainstream, dan sebagai norma sosial yang terkait dengan perubahan media sosial.

Tren Media Sosial Yang Perlu Diperhatikan di Tahun 2018

Tahun 2018, akan menjadi arena yang sangat menarik bagi para konsultan digital marketing di Indonesia dan juga bagi para penggunanya. Saat ini, pengguna digital marketing secara fullset masih di dominasi oleh perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

1. Kebangkitan augmented reality

Pada acara yang pertama kali diselenggarakan di Teater Steve Jobs, Apple mengumumkan iPhone 8 dan iPhone X. Kedua perangkat menggabungkan chip baru yang memungkinkan ponsel memberi pengalaman berinternet yang luar biasa kepada pengguna. Sementara kenyataan yang disempurnakan akan memiliki dampak awalnya pada game mobile, kemungkinan platform media sosial akan menemukan cara untuk menggabungkan teknologi baru juga.

Misalnya, mungkin Snapchat atau Instagram akan segera mendukung filter yang memungkinkan pengguna melakukan selfie dengan teman atau selebriti yang diproyeksikan via augmented reality. Begitu pula, merek bisa segera memproyeksikan produk mereka ke rumah pengguna media sosial melalui filter khusus.

2. Popularitas ‘Instagram Story’ meningkat

Lebih dari 200 juta orang menggunakan ‘Kisah di Instagram’ setiap bulan. Pengguna Instagram Story telah lebih dari 50 juta pengguna. Ini lebih banyak dari yang menggunakan Snapchat – dan fitur Instagram Story baru berumur satu tahun!

Pada tingkat ini, hampir setengah dari semua pengguna Instagram akan menggunakan Story pada akhir 2018. Ini berarti bahwa merek yang tertarik untuk terhubung dengan pengguna Instagram harus meluangkan waktu untuk menguasai Instagram Story.

3. Investasi lanjutan dalam pemasaran via influencer

Lebih dari 90 persen pemasar yang menggunakan strategi pemasaran influencer percaya bahwa ini berhasil. Perusahaan seperti Rolex menggunakan strategi pemasaran influencer berbasis media sosial untuk terhubung dengan pemirsa baru dan meningkatkan keterlibatan dengan pemirsa yang ada.

Tahun ini kami melihat bahwa merek yang memilih strategi periklanan tradisional berjuang untuk terhubung ke pengguna media sosial. Tahun depan, kemungkinan merek yang lebih banyak akan merangkul influencer marketing sebagai cara untuk terhubung dengan khalayak yang cenderung mengabaikan strategi tradisional. Dalam hal ini trend media sosial berdampak pada jumlah pengguna influencer marketing.

4. Fokus pada Generasi Z

Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh Goldman Sachs menyimpulkan bahwa Generasi Z lebih berharga bagi kebanyakan organisasi daripada milenium. Saat ini, Gen Zer tertua berusia 22 tahun. Mereka baru mulai memasuki angkatan kerja, dan akan meningkatkan daya beli di tahun 2018.

Merek akan mulai mengenali ini, dan akan menggeser strategi media sosial mereka sesuai dengan itu.

Tips: Harapkan investasi besar pada platform yang dicintai oleh Gen-Z seperti Snapchat dan Instagram.

scanner untuk transformasi digital

5. Meningkatkan partisipasi merek dalam platform messaging

Lebih dari 2,5 miliar orang menggunakan platform olah pesan di seluruh dunia, namun brand tetap berfokus terutama untuk terhubung dengan konsumen di jejaring sosial murni. Pada 2018, brand cendrung akan menginvestasikan lebih banyak waktu dan uang untuk terhubung dengan konsumen di platform perpesanan. Kecerdasan buatan, asisten suara dan chatbots akan memungkinkan merek untuk menawarkan pengalaman belanja pribadi pada platform pesan seperti Line dan WhatsApp.

6. Perluasan live streaming

Apa yang pernah menjadi gimmick baru telah menjadi bagian utama media sosial. Saat ini, merek besar dan kecil sudah mulai menggunakan live streaming untuk menarik perhatian para pengikutnya.

Sebuah produsen ransel dan penyelenggara acara ketahanan ekstrim, adalah salah satu contoh merek berukuran sedang yang telah tumbuh dengan live streaming konten yang menarik di Facebook. Ribuan pengikut menyetel untuk menonton liputan 48 jam tentang lomba ketahanan ekstrim ini.

Pada tahun 2018, lebih banyak merek akan mulai menyadari kekuatan live streaming, dan akan memasukkannya ke dalam rencana konten bulanan mereka. Namun, tren media sosial ini sepertinya akan sedikit terlambat di Indonesia, live streaming akan membutuhkan jaringan internet yang cepat dan stabil.

7. Memikirkan kembali Twitter

Menurut para pemerhati tren media sosial di blok barat, Twitter telah gagal untuk menumbuhkan pengikut secara signifikan pada tahun 2017. Faktanya, LinkedIn, Facebook dan Instagram semuanya memiliki lebih banyak pengikut media sosial.

Sikap skeptis diatas sangat berbeda dengan kondisi di Indonesia, dimana pengguna twitter dan jumlah percakapan yang semakin meningkat. Twitter merupakan sosial media paling ringan untuk diakses. Dengan kesederhanaan yang ada, memungkinkan orang lebih banyak berinteraksi.

Disinilah sebuah brand dapat lebih dekat dengan para pelanggan, terhubung melalui saluran cuitan ataupun DM (pesan inbox di twitter). Pada tahun 2018, Twitter akan memimpin tren media sosial untuk komunikasi perusahaan ke konsumen.

Twitter juga telah mengeluarkan fitur baru di tahun 2017, seperti live streaming, twitter moment, dan juga perubahan dari 140 karakter ke 280 karakter. Twitter semakin menarik sebagai sarana untuk menghubungkan perusahaan dan konsumen mereka.

Demikian untuk influencer marketing, para seleb twitt di Indonesia juga semakin makmur. Ini artinya, efektivitas influencer marketing melalui twitter masih memberikan pengaruh, selain instagram tentunya.

Selain itu, twitter diperkuat dengan integrasi API (aplikasi antarmuka) yang memungkinkan developer untuk membangun peralatan mereka sendiri. Baik untuk pemasaran, layanan pelanggan, otomasi sosial media dan sebagainya.

8. Hangout digital menjadi mainstream

Digital-hangout platform tempat nongkrong video yang digunakan oleh lebih dari satu juta orang setiap hari. Hal ini terutama digunakan oleh Gen-Z sebagai cara untuk bergaul dengan teman secara digital. Platform ini begitu sukses sehingga Facebook dilaporkan menyelidiki cara untuk menciptakan fungsi serupa di dalam platform mereka.

Kami telah melihat video menjadi semakin penting di media sosial, dan Hangouts grup video langsung merupakan pengulangan selanjutnya dari tren media sosial ini. Bisa dibayangkan bahwa pada tahun 2018, Facebook akan mengumumkan produk serupa kepada yang akan mendapatkan pengguna lebih banyak, sama seperti pengenalan Instagram terhadap Stories.

9. Platform sosial merangkul kebijakan tata kelola yang lebih kuat

Setelah serangkaian keputusan kontroversial selama pemilihan presiden 2016, platform media sosial telah menerapkan pendekatan yang lebih banyak terhadap perilaku pemerintahan di platform mereka. Facebook baru-baru ini menyerahkan lebih dari ribuan iklan yang tampaknya terhubung ke campur tangan Rusia, dan telah berinvestasi dalam bentuk pemantauan AI yang baru.

Dengan adanya kritik luas pada Facebook dan Twitter di tahun 2017, kemungkinan platform ini akan merangkul kode etik dan kebijakan tata kelola yang lebih ketat.

Kesimpulan

Sejumlah tren media sosial baru yang akan berdampak pada pengguna dan merek sama-sama memperkuat dan mempercepat. Kemungkinan video streaming dan virtual reality akan menjadi mainstream. Selain itu, merek akan beralih ke platform sosial yang lebih baru seperti Instagram dan Snapchat saat Gen Z semakin menghabiskan waktu mereka di sana.

Untuk digital marketing di Indonesia, Facebook masih merupakan tempat untuk membangkitkan kesadaran mereka. Youtube dan Instagram lebih bermanfaat untuk membangkitkan interest terhadap suatu produk ketimbang awareness. Linked in dan google plus dapat menjadi sebagai sarana penghasil konversi yang baik. Dan terakhir, Twitter akan menjadi sarana komunikasi intensif antara perusahaan dengan para pelanggan.

Semoga bermanfaat..

Silahkan berdiskusi..

Comments are closed.

Pin It on Pinterest

Share This