Peluang Usaha Jasa Offshore Managed IT Services

Pada era digital dimana semua beroperasi penuh 24 jam per hari pada banyak sektor usaha menuntut pengelolaan non-stop untuk menjaga aktivitas operasional tetap berjalan lancar. Sementara di belahan dunia lain tertidur, di Indonesia memasuki jam kerja. Dalam hal ini terdapat peluang usaha jasa offshore managed IT services.

Indonesia Offshore Managed IT Services

Seperti pada industri perminyakan, bursa saham, dan sebagainya, dimana infrastruktur teknologi informasi menjadi tulang punggung operasional yang harus di pastikan dalam keadaan normal. Jasa pengelolaan infrastruktur IT selalu merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan bagi mereka. Hanya saja, hal tersebut memerlukan pengelolaan 24 jam non-stop. Kebanyakan jasa managed services memilki jam kerja yang sama pada usaha lainnya. Maka, para penyedia jasa managed services di Indonesia memilki peluang dalam berpartisipasi pada dunia tersebut.

Sementara di Amerika dan Eropa Terlelap, di Indonesia Bekerja

Dari sisi tenaga kerja, Indonesia lebih memiliki kekuatan pada peluang usaha jasa ini. Sementara di belahan dunia lain terlelap, di Indonesia adalah jam kerja. Banyak sekali yang dapat di kerjakan untuk perusahaan-perusahaan besar di Amerika dan Eropa. Bahwa perusahaan-perusahaan tersebut, perlu ada yang “menjaga” infrastruktur IT mereka di saat mereka tertidur.

Era digital tidak terlepas dari beberapa ancaman seperti Cyber War, dimana kasus kebocoran dan pencurian data banyak terjadi. Data merupakan aset penting perusahaan yang tak ternilai harganya. Jasa managed services selain dibutuhkan untuk otomatisasi juga untuk monitoring seluruh aktifitas yang terjadi pada infrastruktur IT perusahaan-perusahaan tersebut.

Disamping itu, biaya tenaga kerja di Indonesia jauh lebih rendah dibanding di Amerika Serikat dan di Eropa. Indonesia menerapkan upah minimum sekitar Rp. 25.000 per jam, sedangkan d Amerika Serikat dan Eropa hampir Rp. 100.000 per jam. Ini berarti Indonesia memiliki daya saing yang tinggi dari sisi tenaga kerja. Ini merupakan biaya karyawan minimum, keahlian bukan menjadi faktor. Training karyawan dapat meningkatkan kualitas keahlian para pekerja di perusahaan managed services provider di Indonesia.

Beberapa Peluang Usaha Jasa Managed IT Services

Pertama kali yang harus kita pahami adalah kenapa perusahaan di luar negeri membutuhkan jasa managed services diluar dari yang sudah ada, atau sebagai penambahan. Dan layanan apa saja yang mereka butuhkan.

Kebanyakan perusahaan besar yang bergerak pada sektor industri, transportasi dan keuangan memiliki aktivitas non-stop pada infrastruktur IT mereka. Dalam hal ini ada beberapa unit yang terlibat, yakni:

  • Desktop, atau perangkat komputer
  • Server
  • Network

Ketiga unit tersebut membutuhkan “penjagaan” dari aktivitas yang tidak normal seperti: virus, malware, lonjakan traffic, dan sebagainya. Dalam hal ini, kita dapat menemukan peluang jasa monitoring yang ditujukan untuk memantau aktivitas dan melaporkan seluruh kejadian.

Selain monitoring, tentu akan terlibat juga aktivitas pengelolaan desktop, server dan jaringan. Pengelolaan tersebut berdasar dari kebijakan departemen IT dan hasil monitoring. Dalam hal monitoring infrastruktur IT tentunya memerlukan tindakan pro aktif untuk meng-isolasi aktifitas diluar kebiasaan. Terkadang pada jam malam di luar jam kantor, Infrastruktur IT perusahaan memiliki kegiatan pemeliharaan, seperti:

  • Backup
  • Upgrade software
  • Pembersihan storage server dari file-file sementara dan file sampah
  • Pemeriksaan terhadap kesehatan hardware, dan sebagainya

Kegiatan tersebut diatas bukan merupakan kegiatan utama perusahaan, oleh karena itu dilakukan diluar jam kerja. Jam lebur di Amerika Serikat dan Eropa sangat tinggi biayanya. Maka dari itu para managed service provider di negara tersebut selalu mencari alternatif untuk pengalihan tugas ke perusahaan managed services di belahan dunia lain. Sementara ini, India merupakan sub managed services terbesar di dunia. Banyak perusahaan besar sekelas microsoft, IBM, dan sebagainya yang bahkan menggunakan jasa customer service di India untuk melayani pelanggan dari seluruh dunia.

Biaya Jasa Managed Services

Seperti kita ketahui, bahwa jasa managed desktop per unit adalah sekitar USD 60 per bulan. Jika kita mengambil setengah bagian dari 24 jam kerja artinya kita dapat menerapkan biaya USD 30 per bulan pada tiap desktop yang dikelola. Sedangkan untuk biaya pengelolaan server berkisar USD 250 per server untuk tiap bulannya.

Perusahaan besar biasanya memiliki ribuan dekstop dan ratusan server. Untuk mempermudah perhitungan kita memakai asumsi bilangan 1000, 100 dan 10. Jika sebuah perusahaan memiliki 1000 unit desktop dan 10 server yang harus dikelola, maka total biayanya adalah:

  • USD 30 x 1000 desktop = USD 30.000
  • USD 250 x 10 server = USD 2.500
  • Total = USD 32.500 per bulan atau sekitar Rp. 430 juta per bulan.

Biaya Rp. 430.000.000 per bulan tersebut, merupakan pendapatan bagi perusahaan managed services di Indonesia. Tentunya ada biaya-biaya yang dibutuhkan, dan biaya tenaga ahli IT yang dilibatkan juga dapat mencapai ratusan juta per bulan. Bidang usaha ini memerlukan tenaga ahli IT yang berpengalaman dan tidak hanya pada satu bidang, namun di berbagai bidang.

Bidang Keahlian yang Diperlukan

Sebelum terlanjur tergiur dengan pendapatan ratusan juta per bulan, kita perlu memahami bidang keahlian apa saja yang diperlukan. Kita telah mengetahui service area pada peluang usaha jasa offshore managed services ini. Sehingga dapat kita ambil kesimpulan terhadap bidang keahlian yang dibutuhkan adalah :

  • Manajemen Remote Desktop
  • Keahlian Jaringan Komputer
  • Manajemen Server
  • Keamanan jaringan, komputer dan server

Perusahaan di negara maju akan selalu melihat sertifikasi dari team IT yang akan mengelola infrastruktur IT mereka. Oleh karena itu, anda harus mendapatkan para profesional IT yang memiliki sertifikasi, minimal pada ke empat bidang keahlian tersebut diatas.

Biasanya jasa managed service memiliki durasi kontrak minimal 1 tahun hingga 2 tahun. Tidak sedikit perusahaan besar yang melakukan kontrak hingga 5 tahun jika mereka memiliki keyakinan terhadap managed services provider yang di tunjuk.

Faktor Kekuatan Indonesia dalam Peluang Usaha Jasa Offshore Managed Services

Sehingga, jika kontrak per bulan Rp. 430 juta maka per tahun nilai kontraknya sekitar Rp. 5 milyar. Bahwa Indonesia termasuk dalam 30 negara yang berpotensi untuk melakukan offshore services. Hal ini berdasar dari laporan dari Gartner mengenai identifikasi 30 negara yang berpotensi dalam peluang usaha jasa offshore managed services.

Disamping itu, para perusahaan besar di negara maju sangat menyadari intangible cost yang disebabkan dari downtime. Kerugian yang ditimbulkan dari kejadian downtime dapat mencapai milyaran rupiah per jam. Kejadian downtime pada perusahaan penerbangan Delta di USA, merupakan contoh kasus terakhir dari downtime yang mengakibatkan kerugian besar. Biaya downtime mereka sekitar Rp. 10 milyar per jam.

Apalagi pada transaksi saham, manufaktur dan sebagainya. Banyak faktor untuk menghitung biaya downtime ini. Oleh karena itu dengan biaya Rp. 430 juta per bulan tentunya bukanlah hal yang besar bagi perusahaan besar yang menghasilkan keuntungan per bulan milyaran hingga puluhan milyar. Sedangkan risiko kerugian yang disebabkan downtime dapat lebih besar dari biaya jasa managed services itu sendiri.

Faktor Penting Dalam Memberikan Jasa Managed Services

Dalam meraih peluang usaha jasa managed services, tentunya tidak berhenti sampai penguasaan bidang keahlian. Selain keahlian profesional, infrastruktur IT pendukung juga sangat perlu diadakan. Sebab para perusahaan di USA dan Eropa, selain membutuhkan jasa managed service di luar jam kerja, mereka juga membutuhkan penempatan backup. Untuk anda yang bekerja di perusahaan multi nasional tentu familiar dengan business continuity plan. Ini adalah bagian dari strategi manajemen perusahaan mereka.

Disaster recovery center sangat dibutuhkan. Perusahaan jasa managed service yang memiliki fasilitas data center sendiri akan lebih diperhitungkan dalam pemilihan jasa offshore managed services ini. Namun, anda dapat bekerjasama dengan pihak yang memiliki fasilitas tersebut atau menggunakan jasa colocation server di Indonesia yang memenuhi syarat secara internasional.

Sebelum menjadi pertanyaan saat menawarkan offshore managed IT services, ada baiknya anda memasukkan data center yang berlokasi paling strategis dan aman di Indonesia dan memenuhi standar internasional baik dari segi keamanan maupun uptime. Karena pada akhirnya, standar jaminan pelayanan (SLA) akan selalu dimuat pada kontrak jasa offshore managed services tesebut.

Fasilitas data center sangat dibutuhkan oleh perusahaan di luar negeri sebagai sarana disaster recovery center untuk memenuhi kepatuhan terhadap kebijakan keberlanjutan usaha. Asuransi tidak dapat mengcover biaya kerugian downtime karena biaya ini merupakan intangible cost yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Probabilitas kejadian downtime tidak dapat di prediksi, hanya dapat dicega. Yang dapat dilakukan perusahaan adalah menempatkan pihak yang dapat segera menangani masalah, ketika downtime terjadi. Oleh karena itu, peluang usaha ini sangat terbuka luas untuk para konsultan IT di Indonesia.

Silahkan reply comment dibawah ini untuk berdiskusi, atau dengan menghubungi kami melalui formulir dibawah ini untuk pihak perusahaan yang mencari jasa managed services dan disaster recovery center.

Silahkan berdiskusi..
Apple Cetak Rekor Denda Pajak Terbaru Senilai Rp. 192 Triliun
Manajemen Keuangan Terintegrasi Untuk Akurasi Data

One Response so far.

  1. […] dimungkinkan bagi mereka untuk menggunakan jasa offshore managed services. Dengan menggunakan jasa offshore managed services mereka dapat lebih efisien dalam biaya […]