Sistem Informasi Bisnis Retail Harus Dapat Cepat Beradaptasi

Sistem Informasi Bisnis Retail di Era Digital
Ketika tren teknologi bisnis berevolusi, bisnis retail berpeluang untuk memberikan pengalaman pelanggan yang berbeda. Sayangnya, dalam era digital ini, kecepatan dalam mengantarkan pembaruan di bisnis retail semakin menjadi penentu kekuatan daya saing di pasar. Dan ini artinya, sistem informasi bisnis retail harus cepat dapat beradaptasi dengan perubahan.

Transformasi bisnis digital dapat membantu bisnis retail melakukan inovasi sehingga mereka dapat menciptakan momen luar biasa bersama pelanggan.

Tidak mengherankan, transformasi digital terus memperlebar jurang antara pemimpin pasar dengan mereka yang lambat dalam beradapatasi dengan perubahan. Pada tahun 2018, ada lima hal yang harus dilakukan oleh para pelaku bisnis retail.

5 Faktor Penting Untuk Sistem Informasi Bisnis Retail di Era Digital

Kita dapat melihat contoh perusahaan gojek yang dapat dengan cepat menguasai pasar. Kini gojek tidak hanya untuk kebutuhan transportasi saja, akan tetapi bisa untuk membeli kebutuhan sehari-hari di toko retail seperti alfamart dan indomaret.

Dan kita dapat melihat juga, Blue Bird sebagai perusahaan yang menguasai pasar taksi di Indonesia semakin tertekan. Dan akhirnya, mau tidak mau blue bird membuat aplikasi juga, dan bahkan membeli saham gojek.

  1. Investasi infrastruktur untuk mengikuti laju perkembangan teknologi digital.

    Mau tidak mau, investasi infrastruktur harus dilakukan oleh setiap bisnis retail untuk dapat mengikut perkembangan teknologi digital yang sangat pesat. Ini untuk mengimbangi pesaing dan untuk beradaptasi dengan perilaku konsumen.

    Untuk meningkatkan sistem informasi, bisnis retail perlu meningkatkan infrastruktur teknologi informasi. Bahwa, di era digital sekarang ini, kecepatan dalam berinovasi menjadi faktor penentu. Dengan infrastruktur teknologi informasi yang tepat dan sesuai kebutuhan, sistem informasi bisnis retail selalu dapat mengadopsi perubahan dengan cepat.

    Dengan infrastruktur teknologi informasi yang kuat, bisnis retail dapat terus berinovasi dan terhindar dari kelumpuhan IT atau downtime. Downtime merupakan salah satu masalah yang harus dapat di mitigasi. Jika tidak, reputasi bisnis dapat turun dan perusahaan harus mengeluarkan biaya yang lebih banyak lagi untuk memulihkan dan mempertahankan pelanggan.

  2. Penggunaan teknologi cloud

    Ini dapat mendorong pengalaman pelanggan yang berbeda. Karena, dengan menggunakan teknologi cloud, sistem informasi bisnis retail lebih mungkin untuk dapat berkembang dengan cepat. Selain itu, penggunaan cloud lebih efisien untuk skala tertentu. Hanya saja, dalam hal ini, kami perlu mengingatkan agar sistem informasi bisnis retail dapat menjaga tagihan cloud dari lonjakan.

    Dalam transformasi digital, akan selalu banyak pengujian yang dilakukan. Ini dapat mengganggu operasional jika tidak menggunakan infrastruktur teknologi informasi yang sesuai tuntutan tersebut. Mulai lah untuk bermitra dengan para konsultan teknologi informasi yang berpengalaman dalam manajemen aplikasi dan infrastruktur cloud hybrid.

  3. Prioritaskan keamanan untuk lebih melindungi informasi pelanggan

    Pelanggaran data merupakan isu yang paling dominan di bisnis retail. Beberapa kasus pencurian data pelanggan telah terjadi di seluruh dunia. Dalam hal ini, sistem informasi bisnis retail harus menerapkan strategi dan praktik terbaik dalam menjaga data konsumen.

    Biaya pelanggaran data cukup besar, dan dapat meruntuhkan kepercayaan pelanggan. Selain itu, bisnis dapat berhadapan dengan tuntutan yang serius. Oleh karena itu, keamanan sistem informasi bisnis retail harus dapat melindungi informasi pelanggan.

  4. Investasi teknologi di toko fisik

    Hal ini dapat meningkatkan dan merampingkan proses transaksi. Dengan cara ini, bisnis retail dapat mengurangi antrian di kasir. Misal, dengan meanfaatkan teknologi fintech untuk pembayaran digital. Bahkan, Amazon telah membuat sebuah toko retail fisik yang tidak memerlukan kasir.

    Mengurangi antrian di kasir dapat menjadi prioritas utama dalam meningkatkan pengalaman pelanggan pengunjung toko fisik. Selain itu, manajemen stok secara real-time dan dapat terhubung ke pemasok serta melakukan order secara otomatis dapat menjadi pertimbangan dalam meningkatkan efisiensi dan kecepatan.

    Perlu diperhatikan bahwa perlambatan jaringan dapat mengganggu operasional bisnis retail, baik di back-office maupun di kasir. Inilah pentingnya untuk memiliki infrastruktur teknologi informasi yang kuat bagi bisnis retail.

  5. Saluran digital merupakan omni-channel baru

    Kepuasan pelanggan merupakan modal utama bisnis retail untuk bertahan. Di era digital sekarang ini, media sosial dapat menambah kedekatan antara bisnis dengan pelanggan. Akan tetapi, media sosial dapat menjadi faktor yang meruntuhkan reputasi bisnis.

    Misal, ada konsumen yang kecewa, baik karena produk maupun layanan di toko retail Anda. Konsumen tersebut dapat menceritakan panjang lebar di jaringan media sosial. Dan ini jika terjadi viral, maka dapat memukul reputasi bisnis anda.

    Selain itu, banyak platform social yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penjualan anda. Perlu anda ketahui bahwa transformasi digital membutuhkan strategi digital marketing yang tepat untuk mengimbangi bisnis anda di tengah kancah persaingan. Percayalah, pesaing-pesaing anda juga lakukan hal yang sama, dan anda harus bisa lebih baik dari pesaing-pesaing bisnis yang ada.

Tetap Awasi Lingkungan Digital Anda

Di dunia digital saat ini, pengecer multi-saluran harus memuaskan pelanggan mereka dengan pengalaman merek dan pengalaman pengguna yang luar biasa. Dengan bermitra pada konsultan teknologi informasi dan konsultan pemasaran digital, bisnis retail anda dapat melangkah lebih maju dari pada yang lain.

konsultan IT manajemen jaringan outlet toko retail
Silahkan berdiskusi..

Comments are closed.

Pin It on Pinterest

Share This