Usaha Ternak Kambing Makin Menggembirakan

Kambing merupakan hewan ternak yang jinak dan tidak terlalu sulit untuk diternakan. Sayangnya, masih banyak orang yang memandang sebelah mata mengenai usaha ternak kambing ini. Menurut kebanyakan orang, usaha ternak kambing lebih cocok untuk dijadikan usaha sampingan saja karena masa pemeliharaannya yang cukup lama dan juga penjualannya yang memang tidak mudah. Selain itu, ternak kambing juga terbilang sebagai usaha yang “jorok” karena seringkali kotoran kambing berada di dalam kandang. Maka dari itu, kebanyakan orang saat ini lebih memilih menjalankan bisnis pakaian, property, dan juga makanan yang lebih menjanjikan ketimbang usaha ternak kambing.

Usaha Ternak Kambing Makin Menggembirakan

Usaha Ternak Kambing Makin Menggembirakan

Padahal, usaha ternak kambing juga sangat menjanjikan dalam segi keuntungan. Namun, tentu saja tetap dibutuhkan manajemen yang baik agar keuntungan yang anda dapatkan bisa lebih maksimal. Apalagi, saat ini permintaan akan daging kambing semakin meningkat seiring bertambah banyaknya bisnis makanan yang menggunakan daging kambing sebagai bahan bakunya. Jadi, bisa dipastikan jika usaha ternak kambing ini selalu ada pasarnya. Asalkan, kambing anda memiliki berat yang bagus dan juga kualitas daging yang baik.

Modal untuk usaha ternak kambing juga tidak terlalu besar. Selain itu, perawatannya juga tidak terlalu sulit.Biasanya, kambing betina dapat beranak sebanyak 3 kali dalam 2 tahun. Itu dari satu kambing saja, bayangkan jika anda memiliki puluhan kambing. Biasanya usaha ternak kambing ini dijalankan oleh masyarakat pedesaan karena memang struktur alamnya yang bagus dan bahan pakannya mudah ditemukan. Selain itu, iklim di pedesaan juga tidak terlalu dingin dan juga tidak terlalu panas sehingga cocok untuk kenyamanan kambing.

Penjualan kambing semakin meningkat ketika memasuki hari raya Idul Adha. Pada hari raya ini penjualannya bisa meningkat 2 kali lipat loh. Permintaan daging kambing di berbagai pasar tradisional juga semakin tinggi. Selain dagingnya, anda juga bisa mengambil keuntungan dari susu dan kulitnya. Jenis ternak kambing disini ada 2 macam, yaitu ternak kambing untuk diambil dagingnya atau kambing pedaging dan ternak kambing untuk diambil susunya. Jenis kambing yang paling banyak diternakan yaitu kambing etawa, kambing boer dan kambing sanen.

Untuk produksi kambing tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, hanya dalam waktu 8 bulan kambing sudah bisa diperas susunya dan diolah menjadi susu bubuk. Sedangkan untuk kambing pedaging, pada usia 1 tahun baru bisa dipotong dan diambil dagingnya. Kambing etawa biasanya dapat menghasilkan susu hingga 20 liter per ekornya. Sedangkan untuk dagingnya baru bisa dijual ketika kambing 6 bulan keatas. Untuk kambing etawa usia 6 bulan dengan tinggi badan 60cm dijual dengan harga Rp 1 jutaan. Sedangkan kambing pejantan super yang berusia 8 bulan dijual dengan harga Rp1,5 juta rupiah. Untuk kambing etawa yang sudah berusia 1 tahun dijual dengan harga Rp 2,5 juta. Sedangkan untuk kambing yang sudah siap kawin yang tingginya mencapai 95 cm bisa dijual dengan harga Rp 5 juta.

Itu semua adalah perhitungan dari 1 ekor kambing. Keuntungan yang bisa anda dapatkan tinggal dikalikan jumlah ekor yang anda miliki dengan harga jualnya dan dikurangi dengan biaya perawatannya setiap bulan. Keuntungan dari ternak kambing ini sangat menggiurkan, tidak sedikit peternak kaya yang berani mengeluarkan dana hingga ratusan juta rupiah untuk menndapatkan kambing unggulan. Harus diakui jika Usaha ternak kambing makin menggembirakan karena permintaan pasar semakin meningkat setiap waktu.

Silahkan berdiskusi..
Post Tagged with ,

Comments are closed.

Pin It on Pinterest

Share This