Trend Batu Akik dan Batu Permata

Trend Batu Akik Mulai Beralih ke Permata

Di penghujung tahun masehi 2015 ini trend batu akik menurun sejak setelah idul adha kemarin. Penurunan ini terlihat dari pengamatan kami pada beberapa harga batu akik yang tadinya ditawarkan dengan harga fantastis dari ratusan juta hingga kini tinggal ratusan ribu rupiah seperti pada batu bacan, idocrase dan lainnya.

Lantas bagaimana dengan trend batu permata ?

Batu permata sudah sejak ribuan tahun yang lalu disukai banyak orang, sedangkan ketersediaannya dari alam memakan waktu kadang sampai milyaran tahun.

Jika melihat trend harga batu akik yang jatuh bak dari langit, maka dapat kita pahami bahwa apa yang bersifat cepat naik juga cepat turun. Keindahan batu akik dengan batu permata cukup berbeda. Batu akik itu sebetulnya keunikannya, sedangkan permata kilauan cahaya dan warna permatanya yang terlihat jelas maka dapat lebih mudah untuk dikagumi atau di sukai orang.

Sehingga jika kondisi tahun 2015 kemarin batu akik meroket dan membuat batu permata seakan tidak dilirik orang, kemungkinan di tahun 2016 ini batu permatalah yang akan lebih di cari. Kondisi ini seperti “bounce condition” alias kondisi berbalik karena suatu trend mendadak.

Trend Batu Permata

Di Jakarta, kami melihat di pusat perbelanjaan masih banyak pria yang memakai batu akik, dan para wanita yang memakai cincin “yang setidaknya” terlihat seperti permata dengan warna biru, merah dan ungu.

Untuk para pria, selain batu akik, batu black opal juga mulai banyak yang pakai. Disini kita dapat sedikit melihat trend perubahaan dari batu akik ke batu permata. Sebab black opal disukai karena kilatan cahaya warna warninya dan ini tidak ada di batu akik, akan tetapi kebetulan yang kami amati sendiri di salah satu pusat perbelanjaan di Cilandak, Jakarta Selatan bahwa dari sekian banyak pengunjung cafe yang memakai batu cincin akik.. tidak satu pun yang bercahaya alias buram dan gelap.

Jika para pria sudah memakai cincin silver dengan batu permata seperti black opal yang berkualitas kilauan cahaya yang tajam dan jelas dari beberapa meter, maka ada kemungkinan trend batu cincin permata akan mewabah di kalangan pria. Dan jika ini sudah terjadi, maka para pelaku bisnis kerajinan dan perhiasan langsung bergerak cepat mengikuti perubahaan ini, yang kemudian akan meluas ke perhiasan wanita.

cincin permata yang menggantikan trend batu akik

Sensasi Memakai Cincin Batu Permata

Jujur saja, mungkin akan ada perasaan senang jika kita mendapat pengakuan akan cincin yang kita pakai dengan banyaknya orang yang melihat ke arah cincin permata yang berkerlip indah dan ini mungkin merupakan salah satu alasan awal kenapa orang pakai cincin batu permata.

Lama kelamaan, orang akan menyadari juga bahwa menampilkan cincin dengan hiasan batu yang tidak jelas keindahannya oleh mata alias kualitasnya hanya karena omongan adalah merupakan suatu hal yang tidak penting lagi jika trend cincin permata sudah mewabah.

Dan kemudian, jika sudah semakin banyak yang memakai cincin batu permata maka perhiasan imitasi, sintesis juga akan semakin ramai dicari oleh segment selanjutnya. Dan disinilah kita dapat memastikan bahwa trend batu cincin memasuki gelombang ke 2.

Tantangan Para Pelaku Pasar Perhiasan Cincin Batu Permata

Sekedar informasi, dari negara tetangga seperti Singapura, mereka sudah mulai bersiap untuk penetrasi pasar Indonesia untuk perhiasan permata (cincin, anting, liontin, dan sebagainya). Disnilah tantangan besar yang sebetulnya, kesiapan. Tanpa kesiapan, alias masih terlena dengan turunnya harga pasaran batu akik di Indonesia dapat menyebabkan bidang usaha ini di libas lagi oleh pemain dari negara luar alih-alih kita bisa mendapatkan devisa malah yang ada rontok lagi kurs rupiah kita yang wajib kita pertahankan bersama.

Demikianlah kilasan info trend batu akik dan batu permata di tahun 2015 ke 2016 yang masa transisinya kemungkinan akan terjadi di awal tahun 2016 ini. Semoga bermanfaat.. let’s do it!

Silahkan berdiskusi..
Bisnis Data Center Indonesia di Tahun 2016
Jual Rumah di Pejaten Barat, Jakarta Selatan

Comments are closed.