Tantangan di Era Cloud : Meningkatkan Laba Kotor Usaha

Banyak dari pemain colocation server akan mengalami laba yang menyusut. Terutama untuk pemain colocation terbersar, tekanan dalam meningkatkan laba kotor sangat mengarah pada bisnis Anda. Selama bertahun-tahun, Anda sudah menjadi sangat mahir memegang biaya operasional (OPEX), dan Anda mungkin sudah sampai pada titik kelelahan. Tidak ada banyak ruang yang tersisa untuk memotong biaya, jadi sekarang apa lagi yang dapat dilakukan?

Nah, margin produk yang tipis, dan bahkan jika anda tidak mampu membuat margin yang telah tersedot keluar dari bisnis selama beberapa tahun terakhir, berikut beberapa tips untuk mengatasi hal tersebut.

Meningkatkan Laba Kotor Perusahaan Pada Era Cloud

Sekarang, setelah beberapa tahun yang baik, era cloud ini memberikan satu lagi titik tekanan pada keseluruhan laba kotor perusahaan. Tawaran meresap jauh ke pemain baru atau pesaing yang pernah mengalahkan Anda pada layanan cloud berbasis langganan.

Laba kotor perusahaan colocation server sedang mengalami tekanan. Jika kita amati, ada tekanan yang meningkat melalui layanan berbasis langganan. Dengan kata lain, cloud dan managed services menyediakan alternatif yang menarik dan biaya efektif karena mereka dapat dikonsumsi dan dibayar bulanan. Ini merupakan kesempatan besar bagi industri data center Indonesia.

Banyak yang menyimpulkan bahwa bisnis saat ini membutuhkan keuntungan tambahan. Inilah yang akan membawa Anda ke layanan profesional dan kemudian akhirnya menjadi layanan yang dikelola (managed services). Dengan memberikan jasa managed services maka laba kotor perusahaan anda dapat lebih terangkat di era cloud ini. Hanya saja, untuk mempersiapkan bisnis ini memerlukan waktu tahunan, sebab bidang ini memerlukan tenaga ahli teknologi informasi yang mumpuni.

Mungkin kita semua pernah menjadi ‘korban’ daya tarik sistem yang akan membawa pada hal-hal yang menguntungkan. Banyak juga yang membeli Salesforce, PSA, dan sistem manajemen remote & monitoring (RMM).

Mereka membuat hidup lebih baik dan pelanggan lebih bahagia. Tapi laba kotor perusaaan anda tidak akan banyak bergerak setelah hal tersebut berjalan. Kita bisa mengatakan punya alat, tapi apakah kita benar-benar dapat memanfaatkan mereka?.

Faktor Penting Dalam Usaha Managed IT Services

Menemukan tenaga kerja yang menguasai teknologi cloud, otomasi dan orkestrasi infrastruktur teknologi informasi bukanlah hal yang mudah. Terutama menemukan profesional yang tersertifikasi di bidang tersebut. Selain itu, tenaga kerja yang dapat di andalkan dalam usaha managed IT services adalah profesional yang memiliki pengalaman, ketertarikan tinggi dalam perkembangan teknologi informasi atau selalu update dalam tiap perubahan.

Terutama dalam hal DevOps. Saat ini untuk mengatasi kompleksitas infrastruktur teknologi yang sangat beragam dalam era cloud, DevOps merupakan satu-satunya cara untuk mengatasi hal tersebut. Dengan konsep Agnositk dan percampuran beberapa teknologi DevOps maka orkestrasi dan otomatisasi dapat dilakukan pada beberapa sistem sekaligus.

Tentunya hal tersebut memerlukan tenaga ahli IT yang sudah terbiasa mengimplementasikan pola kerja DevOps dan terbiasa menggunakan teknologi DevOps yang ada. Mencari tenaga ahli seperti inipun di luar negeri cukup sulit.

Saat ini di Indonesia, sebuah data center berkelas dunia yang bernama Elitery Data Center telah berpengalaman dalam DevOps. Elitery dengan jasa managed servicesnya bahkan telah terbiasa menggunakan Docker dan Kubernets dalm hal otomatisasi dan orkestrasi (pengelolaan micro cluster). Keahlian seperti ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan besar yang memiliki kompleksitas IT yang sangat tinggi.

Semua Bermuara Pada Otomasi

Jika calon client banyak belum mengotomatisasi pekerjaan mereka, anda dapat melakukan keajaiban untuk mendorong laba kotor Anda lebih tinggi. Dan Anda berada dalam kontrol total. Beban tunggal terbesar banyak perusahaan adalah SDM dan jika Anda dapat meningkatkan efisiensi sedikitnya 10% melalui otomatisasi pada sebuah perusahaan calon client maka ini dapat berdampak positif pada laba kotor secara signifikan.

Sejujurnya, alasan di balik kurangnya produktivitas dan laba kotor tidak ada hubungannya dengan peralatan DevOps. Ketidak-mampuan untuk merangkul gaya hidup otomatis merupakan penyebab utama. Dengan kata lain, kita tidak pernah berkomitmen untuk mengotomatisasi tugas yang berulang untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

Kita berada di ambang pintu era digitalisasi, dan pelanggan Anda akan datang kepada Anda untuk mendapatkan pengarah. Saran yang diawali dengan memahami proses bisnis, mengidentifikasi potongan yang dapat dihilangkan atau dijadikan otomatis, dan kemudian mengukur dan melaporkan dampaknya.

Kuncinya adalah untuk menyelesaikan masalah secara bertahap dan mengoptimalkan proses. Kemudian, menghemat biaya atau membuat aliran pendapatan baru dari kekayaan intelektual yang dihasilkan dan data didorong degan peluang yang selanjutnya akan hadir.

Ini semua tentang komitmen untuk mengotomatisasi bisnis, membantu klien dalam melakukan hal yang sama secara berulang, barulah dapat menuai manfaat marjin kotor yang lebih tinggi. Perusahaan client anda harus bisa mendapat penghematan yang lebih tinggi dari keuntungan anda dalam memberikan jasa managed services ke mereka.

Silahkan berdiskusi..

One Response so far.

  1. […] untuk mendorong bisnis baru dengan pelanggan baru dan dengan cara yang baru. Ini merupakan suatu jawaban atas tantangan dalam meningkatkan laba kotor di era cloud bagi pemain colocation data […]

Pin It on Pinterest

Share This