Pertumbuhan Indeks Evolusi Digital Indonesia 2016

Pertumbuhan indeks evolusi digital di Indonesia saat ini di tahun 2016 baru saja memasuki zona “break out” seperti yang dinyatakan oleh Harvard Business Review pada awal tahun 2015 yang lalu.

Pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, industri digital dan industri kreatif sangat di dorong. Meskipun begitu saat ini di tahun 2016 beberapa regulasi masih terus ‘digodok‘ oleh pemerintah untuk mendukung kemajuan industri digital di Indonesia. Berbagai kebijakan ekonomi dikeluarkan terkait Fintech dan industri e-commerce.

Momentum ini dapat terlihat dari hadirnya marketplace seperti Tokobagus, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Zalora dan lainnya yang dibelakangnya terdapat pemodal besar dengan jumlah triliunan rupiah. Selanjutnya di tahun 2016 ini dapat terlihat “heap” dari transformasi pemesanan transportasi ke aplikasi pemesanan jasa transportasi online seperti Go-Jek, GrabCar dan Uber Taxi. Hal ini kemudian terlihat puncaknya melalui demo supir taxi BlueBird terhadap jasa transportasi non plat kuning yang sebetulnya secara regulasi memang usaha jasa gojek dan sejenisnya melanggar hukum. Akan tetapi pemerintah Indonesia melalui Kominfo dan Menhub memberikan jalan keluar terhadap masalah ini.. dan inilah yang menjadi pemecah zona “watch out” ke zona “break out” terhadap Indeks Evolusi Digital di Indonesia.

Zona Indeks Evolusi Digital

Team Harvard Business Review meng-identifikasi 4 zona pada index evolusi digital, yakni :

  • Break out, untuk negara yang memilki potensi perkembangan ekonomi digital yang tinggi meskipun masih rendah namun di dukung oleh pemerintah dan hadirnya para inovator anti main-stream. Seperti dapat kita ketahui bahwa Indonesia sedang berada pada fase ini, dan sedang bergerak ke atas memasuki Zona Sand Out.
  • Stand out, untuk negara yang memiliki pertumbuhan digital tinggi di masa lampau dan terus berusaha meningkatkan hal tersebut.
  • Stall out, untuk negara yang sudah memiliki pertumbuhan evolusi digital tertinggi namun beresiko mengalami kejenuhan dan dapat mengalami era kejatuhan seperti negara Singapore yang sangat minim inovasinya jika melewatkan momentum untuk membeli sebuah inovasi maka dapat terlempar ke belakang memasuki zona ini. Dan sangat berkemungkinan bahwa para investor dari negara yang mengalami stall out melakukan pembidikan investasi ke negara pada zona Break out dan Stand out.
  • Watch out, untuk negara yang memiliki peluang tinggi namun juga memiliki tantangan yang tinggi dalam menerapkan kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Dengan hadirnya inovator dan para menteri yang konsisten dan sigap dengan masalah ini maka negara tersebut dapat memasuki era Break Out pada Indeks Evolusi Digital, jika tidak maka pertumbuhan tertahan, investor kabur, inovator pindah ke negara lain.
Indeks Evolusi Digital oleh HBR

Indeks Evolusi Digital oleh HBR dan Universitas TUFTS

Memang menurut HBR, Indonesia masih masuk kedalam Zona Watch Out namun bagi yang selalu mengamati perkembangan di Indonesia tentunya tidak di ragukan lagi bahwa Indonesia baru memasuki Zona Break Out dengan heap Market Place dan Polemik Jasa Transportasi Online yang sudah dapat di atasi pemerintah dengan kebijakan mereka untuk menggabungkan pada sebuah wadah Koperasi. Disini dapat kita nilai bahwa pemerintah Indonesia tetap berpegang pada komitmen melakukan perubahan atau reformasi pada era digital.

Dilain sisi, seperti pada kasus Netflix yang mana pemerintah lebih berpihak pada regulasi yang entah untuk kepentingan siapa, disini dapat mengakibatkan preseden buruk bagi perkembangan era evolusi digital di Indonesia dan membuat investor dari usaha sejenis akan mengurungkan niat ber investasi di Indonesia.

Penghasilan Pajak dari Industri Digital

Secara demografi, Indonesia memilki ratusan juta pengguna Internet. Inilah yang makin membuat para investor tertarik untuk meng-investasikan dannya pada sektor bisnis digital di Indonesia, seperti baru-baru ini Spotify sebuah usaha musik digital mula beroperasi di Indonesia pada akhir Maret 2016 ini. Dengan biaya Rp. 100.000 per bulan maka jika terdapat 10 juta pelanggan aktif di Indonesia saja maka pemerintah mendapatkan penghasilan pajak sebesar Rp. 100 milyar per bulan.

Penghasilan pajak tersebut dapat dipergunakan untuk terus mendukung industri kreatif dan meng-edukasi masyarakat untuk penggunaan internet yang positif dan bermanfaat, sayangnya di Indonesia untuk Edukasi Penggunaan Internet masih sangat minim, sehingga berdampak pada keburukan hidup sosial masyarakat Indonesia. Dan resiko ini hanya dapat di tekan melalui edukasi, bukan penutupan usaha atau pemblokiran situs yang masih lebih banyak memberikan kontribusi positif.

Disinilah tantangan pemerintah dalam mengantarkan Indonesia memasuki Zona Stand Out pada evolusi digital dimana kondisi dan target yang dapat dipenuhi adalah :

  • Tingginya transaksi online ketimbang offline dengan hadirnya perubahan untuk kemudahan pemenuhan kebutuhan masyarakat, baik untuk informasi, jasa, pangan dan barang.
  • Kebijakan yang banyak mendukung pertumbuhan industri digital yang diiringi proteksi untuk masyarakat dari segala faktor.
  • Edukasi masyarakat untuk penggunaan internet positif yang tidak hanya melalui un registered website dan blocked website.
  • Target penerimaan pajak dari industri digital yang berjumlah ratusan triliun rupiah
  • Majunya Industri Off Line seperti kerajinan melalui penjualan e-commerce yang mendunia
  • Transparansi dalam monitoring bagi para pengusaha seperti para nelayan, peternak, petani, pertambangan, sehingga mereka mudah mendapatkan pembeli langsung dan posisi penawaran mereka dapat lebih tinggi sehingga tidak melulu di kuasai tengkulak.
  • Lahirnya sebuah Dompet Bersama yang dikuasai oleh pemerintah dan tidak dikuasai oleh Perbankan, baik untuk seluruh keperluan transaksi online dan offline, mulai dari iuran, pembelian barang, jasa transportasi dan lain sebagainya, seperti PayPal di Singapore.
  • Perusahan-perusahan lebih banyak menerapkan sistem boundary-less dalam managementnya dengan menerapkan sistem hyperconverged.
  • Lebih banyak perusahaan yang menggunakan data center di Indonesia baik untuk perusahaan yang berada di Indonesia maupun berada di luar Indonesia, karena ini dapat mencerminkan tercapainya infrastruktur yang handal untuk era transformasi digital.

Demikian penjelasan mengenai Indeks Evolusi Digital di Indonesia, terbuka luas peluang usaha digital di Indonesia dan merupakan hal yang dapat dilakukan bersama dengan dukungan pemerintah yang lebih all out lagi, tentunya Indonesia dapat memasuk Zona Stand out dalam waktu lebih cepat.

Sumber referensi : https://hbr.org/2015/02/where-the-digital-economy-is-moving-the-fastest

Evolusi Pertumbuhan di Digital di Indonesia
Evolusi Pertumbuhan di Digital di Indonesia
Indonesia memilki ratusan juta pengguna Internet yang membuat para investor tertarik dan dapat meningkatkan indeks evolusi digital di Indonesia.
Silahkan berdiskusi..
Investasi Data Center, Berapa Biayanya ?
Beberapa Tips Memilih Colocation Data Center

3 Responses so far.

  1. […] tahun 2016 ini, Indonesia sedang berada pada zona “Break Out” berdasar Indeks Evolusi Digital yang menandakan bahwa era transformasi digital di Indonesia sedang bertumbuh kembang dengan cepat […]

  2. paypal2012 berkata:

    semoga dengan hadirnya data center Tier 3 dan tier 4 di Indonesia serta jasa solusi IT yang diberikan dapat mendukung terbentuknya sebuah dompet bersama seperti paypal .. namun non bank .. atau di kuasai pemerintah yang dalam hal ini departemen koperasi

  3. […] Indonesia mengalami peningkatan dua digit (27%) yang merupakan terbesar di Dunia dan selaras dengan perkembangan indeks evolusi digital yang terjadi di […]