Pencemaran udara sulit untuk dihindari, tidak peduli seberapa kaya area tempat Anda tinggal. Itu ada di sekitar kita. Polutan mikroskopis di udara dapat menyelinap melewati pertahanan tubuh kita, menembus jauh ke dalam sistem pernapasan dan peredaran darah kita, merusak paru-paru, jantung, dan otak kita.

Polusi udara dapat menyebabkan penyakit pernapasan, karena polutan yang dihirup orang, namun juga dapat berdampak pada area tubuh lainnya, seperti jantung manusia.

Lantas, penyakit apa yang paling umum disebabkan oleh polusi udara? Sebagai masyarakat, bagaimana cara kita untuk meminimalisir dampak dari pencemaran udara yang setiap hari kita hirup?

10 Penyakit Akibat Pencemaran Udara Sehari-hari

Terkadang bagi kita yang hidup dan beraktivitas di kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya, menghirup asap knalpot sangat sulit kita hindari.

Namun, kita tidak bisa abaikan begitu saja karena akan berisiko terhadap kesehatan jika terakumulasi. Berikut beberapa penyakit yang dapat timbul akibat paparan pencemaran udara yang kita hirup sehari-hari.

1. Kematian dini

Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa paparan jangka pendek dan jangka panjang terhadap udara yang tidak sehat dapat memperpendek hidup Anda dan menyebabkan kematian dini.

2. Serangan asma

Menghirup ozon dan polusi pada partikel udara dapat menyebabkan peningkatan serangan asma, yang dapat mengakibatkan kunjungan ke ruang gawat darurat dan rawat inap di rumah sakit.

3. Penyakit kardiovaskular

Polusi udara dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

4. Kanker paru-paru

Pada tahun 2013, Organisasi Kesehatan Dunia – W.H.O – menetapkan bahwa polusi udara dapat menyebabkan kanker paru-paru, yang merupakan penyebab utama kematian terkait kanker di dunia selain akibat dari mengonsumsi minuman beralkohol.

5. Kerusakan tumbuh kembang

Paparan polusi udara dapat memperlambat dan menghambat perkembangan paru-paru pada anak-anak yang sedang tumbuh. Pencemaran uadara sangat membahayakan kesehatan anak-anak karena dapat mengurangi fungsi paru-paru mereka.

6. Kerentanan terhadap infeksi

Polusi udara meningkatkan risiko infeksi paru-paru, terutama pada anak-anak.

7. Gejala PPOK yang memburuk

Paparan polusi udara dapat mempersulit orang dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) untuk bernapas. Gejala yang parah dapat menyebabkan rawat inap dan bahkan kematian!.

8. Pembengkakan dan iritasi jaringan paru-paru

Bahkan orang dengan paru-paru yang sehat pun rentan terhadap iritasi dan pembengkakan. Bagi mereka yang hidup dengan penyakit paru-paru kronis, seperti asma dan PPOK, efek ini bisa sangat berbahaya dengan cepat.

9. Berat lahir bayi rendah

Beberapa penelitian menunjukkan paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko berat badan lahir rendah dan kematian bayi.

10. Mengi, batuk, dan sesak napas

Seperti banyak kondisi lain dalam daftar ini, ini dapat disebabkan oleh paparan jangka panjang dan paparan jangka pendek terhadap polutan udara tingkat tinggi.

Bagaimana Cara Meminimalisir Dampak Polusi Udara?

Sulit memang menghindari polusi udara, ketika kita harus beraktivitas di daerah yang paparan pencemaran udaranya cukup tinggi. Anda dapat memeriksa tingkat pencemarna udara di lokasi Anda pada website IQAiar.

Pemerintah setiap daerah tentu berusaha menurunkan kadar polusi udara di wilayah mereka masing-masing. Akan tetapi sebagai masyarakat, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi dampak polusi udara.

1. Menggunakan Masker

Masker tidak hanya berguna untuk mencegah penyebaran pandemi seperti COVID 19 dan Hepatitis Misterius saja. Akan tetapi dapat berguna untuk mencegah kita dari paparan partikel polutan seperti asap knalpot kendaraan bermotor.

2. Menanam Pohon di Sekitar Rumah

Pepohonan sangat efektif dalam menjernihkan udara polutan. Jika Anda ada ruang untuk menanam pohon, maka tanamlah pohon yang dapat tumbuh besar dengan cepat. Dengan demikian maka kualitas udara di sekitar rumah Anda akan meningkat.

3. Mengonsumsi Sayur dan Buah-buahan

Terutama mengonsumsi sayur atau buah-buahan yang memiliki kandungan asam amino dan asam folat seperti pada daun kelor yang memiliki segudang manfaat. Kedua unsur tersebut dapat mengurangi dampak dari polutan yang sudah ada dalam tubuh kita.

Daun kelor dapat melegakan pernafasan secara cepat, mengeluarkan endapan polutan atau detoksifikasi. Kelor memiliki fungsi anti peradangan, anti kanker, dan anti radikal bebas. Maka mengonsumsi daun kelor organik sangat dianjurkan bagi Anda yang hidup di kota besar.

4. Olah Raga Rutin

Seperti jalan pagi di pinggir laut dapat meringankan nafas, terutama bagi mereka para pengidap penyakit asma. Olah raga secara rutin dapat meningkatkan kekebalan tubuh jika kita iringi dengan asupan nutrisi yang cukup.

Kesimpulan:

Polusi udara di perkotaan Indonesia sering mencapai titik membahayakan. Kualitas udara dapat merusakan kesehatan tubuh dan perkembangan janin serta anak-anak.

Bagi orang dewasa yang sudah lama menghirup udara yang tercemar, ada risiko terkena kanker paru-paru dan penyakit jantung.

Oleh karena itu, polusi udara tidak dapat kita anggap sepele dengan tidak memikirkan pencegahan dan penanggulangannya. Terapkan 4 cara untuk mengurangi dampak polusi udara di atas agar Anda dan keluarga tetap sehat walafiat.

Semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat. Terimakasih telah membaca hingga selesai, silahkan sebarkan di medsos agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Pin It on Pinterest

Share This