Pengguna internet Indonesia di tahun 2021 telah mencapai 170 juta pengguna. Pada masa pandemi, online learning dan pra kerja semakin banyak diminati oleh masyarakat. Sayangnya, biaya untuk mengakses (selain pra kerja yang disubsidi) tergolong cukup mahal.

Sebetulnya, ini adalah peluang bagi para start-up digital untuk dapat menggali potensi online learning yang sedang meroket di Indonesia. Dengan menambahkan materi seperti di pra kerja yang memuat pelatihan praktis siap kerja, maka perusahaan start-up e-learning bisa mendapatkan pengguna lebih banyak.

Sekarang mari kita bahas, kenapa online learning harus seperti di program kartu pra kerja? kenapa tidak untuk sekolah formal saja?.

Online Learning Pra Kerja

Penyedia layanan e-learning atau edutech di Indonesia jumlahnya saat ini mungkin sudah ada ratusan. Namun kebanyakan mereka hanya menggarap bidang pendidikan formal saja. Sebagai contoh, Ruang guru, yang memiliki puluhan juta pengguna di seluruh Indonesia.

Kondisi ini membuat pasar e-learning menjadi jenuh karena hanya seputar pendidikan formal. Padahal, jika kita teliti melalui trend di google, terdapat lebih dari 20 juta orang yang mencari pra kerja dan online learning. Ini artinya ada “low hanging fruit” yang dapat dipanen oleh siapa saja yang memiliki niat dan kemampuan dalam menyediakan pembelajaran online seperti di pra kerja.

Pada program pra kerja online, banyak yang mengambil pembelajaran mengenai digital marketing. Ini sangat beralasan karena pada era digital ini digital marketing semakin menjadi penting dan sudah menjadi kebutuhan setiap pewira usaha. Akan tetapi masih banyak lagi materi praktis ala prakerja seperti:

  1. Cara membuat website
  2. Perbengkelan otomotif
  3. Operator mesin produksi
  4. Teknologi cloud
  5. Cara membuat aplikasi mobile
  6. Cara jualan online
  7. Dan sebagainya.

Materi tersebut dapat dikembangkan dan pasarnya dapat Anda periksa melalu Google keyword planner dan google trend.

Semakin Banyaknya Pihak-pihak Menyediakan Online Learning

Beruntungnya, sekarang ini semakin banyak yang menyediakan saran pembelajaran online, bahkan secara gratis. Bahkan ada yang menyediakan sertifikasi jika Anda berhasil lulus ujian secara online. Tidak main-main, penyelenggara pembelajaran gratis tersebut seperti IDPRO sebuah asosiasi penyedia data center di Indonesia.

Contoh lainnya, sebuah konsultan pemasaran digital juga menggunakan video tutorial seperti di prakerja secara gratis untuk memberikan informasi berguna bagi para Client. Anda dapat melihat contoh video tutorial cara SEO onsite pada website tersebut, dan masih banyak lagi video pembelajaran lainnya.

Ini karena teknologi Video CDN semakin murah dan mudah digunakan. Seperti KiosMaya.Com yang menggunakan Vadoo.tv, sudah berhasil menyediakan puluhan materi video tutorial seputar cara pembuatan website dan pemasaran digital. Tentu hal semacam ini akan menguntungkan masyarakat di Indonesia dan juga dapat berimbas positif pada bisnis yang bersangkutan.

Berapa Banyak Peminat Online Learning Prakerja?

Cara untuk mengetahuinya tidak terlalu sulit bila Anda sudah terbiasa menggunakan periklanan Google. Mari perhatikan hasil analisa kata kunci untuk elearning dan pra kerja. 

peminat elearning dan prakerja

Data ini merupakan data bulan lalu (Agustus 2021) dari Google Keyword Planner. Terlihat pada pencarian Pra Kerja terdapat 20.400.000 kali pencarian dalam satu bulan. Kemudian untuk elearning terdapat 450.000 kali pencarian dalam satu bulan. Lantas apa artinya ini dan bagaimana cara mengolahnya ?

Bisnis e-Learning

Dengan meningkatnya peminat online learning yang didorong oleh pandemi dan program kartu prakerja, tentu ini menjadi momentum yang tepat bagi Anda yang ingin berinvestasi di bisnis edutceh. Anda dapat melihat analisa pasar edutech di Indonesia pada website KiosMaya. 

Peluang masih tersedia besar bagi Anda yang ingin mulai menjadi penyedia online learning di Indonesia. Hanya saja, selain cara pembelajaran harus terstruktur rapih dan tidak membosankan, Anda juga harus menghadirkan materi belajar untuk bidang pekerjaan. 

Jika semakin banyak penyedia elearning di Indonesia yang menyediakan materi praktis dunia kerja, maka kedepannya Indonesia akan semakin banyak tenaga siap kerja pada era digital. Jika tidak, maka akan ada kelangkaan talenta pada industri digital seperti yang sudah terjadi di beberapa negara di dunia termasuk Singapore.

Kesimpulan:

Market online learning terus meningkat drastis atau meroket. Pasar industri elearning saat ini mengalami kejenuhan, perlu materi praktis seperti pada program kartu pra kerja yang mana ada digital skill selain dari hal praktis umum lainnya seperti akuntansi, bahasa, manajemen, dan sebagainya.

Ada “low hanging fruit” yang siap “dipanen” bagi siapa saja yang ingin berinvestasi pada bidang edutech. Sajikan dengan biaya termurah seperti Rp. 10.000 per bulan, Anda masih berpotensi mendapat ratusan milyar per bulan.

Jika Anda tertarik ingin berdiskusi, silahkan isi melalui form contact di bawah ini. Terimakasih!

Pin It on Pinterest

Share This