Investasi Data Center di Indonesia akan mencapai $42,4 Miliar pada tahun 2027. Lebih dari $3,36 Miliar akan Diinvestasikan dalam Layanan Pengembangan Inti di seluruh Indonesia Selama 2022–2027.

Ukuran pasar pusat data Indonesia senilai $1,7 miliar dan diproyeksikan mencapai $2,4 miliar pada tahun 2027.

Investasi Data Center Indonesia Hingga Tahun 2027 Akan Sentuh 650 Triliun

Chicago, 20 Juni 2022 (GLOBE NEWSWIRE) — Menurut laporan riset terbaru, pasar data center Indonesia diperkirakan akan tumbuh pada CAGR sebesar 5,46% selama 2022-2027.

Indonesia mengalami peningkatan investasi lebih dari 45%, karena investasi dari penyedia colocation seperti DCI Indonesia, GDS Services, Princeton Digital Group, Indonet, ST Telemedia Global Data Centers dan Telkom Indonesia.

Pada tahun 2021, penyedia layanan cloud Microsoft, Google, Amazon Web Services (AWS), Tencent, dan Oracle mendirikan wilayah cloud di seluruh negeri.

Kontribusi layanan inti & cangkang adalah sekitar 50% dari total biaya, dengan layanan instalasi, desain & teknik, manajemen proyek, dan komisioning berkontribusi sekitar 30%–35%.

Dalam pengembangan core & shell di Indonesia, konstruksi greenfield sangat populer seiring dengan perkembangan konstruksi pusat data modular di tempat.

Kenapa Indonesia Sangat Menarik Bagi Para Investor Data Center?

Indonesia merupakan lokasi pusat data pilihan di Asia Tenggara, karena konektivitas yang kuat, penetrasi internet yang tinggi, dan keberadaan kawasan industri seperti Cikarang dan Karawang yang menawarkan infrastruktur yang lebih baik, lahan yang cukup luas, dan pasokan listrik. Moratorium di Singapura antara 2019 dan 2021 juga berkontribusi pada pertumbuhan pasar Indonesia.

Jakarta adalah lokasi utama pengembangan pusat data di Indonesia, dengan 10 fasilitas pusat data berkontribusi sekitar 45% dari kapasitas pusat data pihak ketiga yang ada di Indonesia. Lokasi lain yang menjadi saksi investasi antara lain Bali, Jawa, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Sumatera.

Pemerintah Indonesia juga memberikan insentif pajak untuk pembangunan pusat data di seluruh negeri. Misalnya, pengembang pusat data yang berinvestasi $7 juta hingga $34 juta di Indonesia akan menerima pembebasan pajak hingga 50% selama sekitar 5 tahun.

Di Indonesia, penerapan 5G disaksikan oleh operator telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo dan Nokia. Akibatnya, ada aktivitas di sekitar penyebaran pusat data edge, antara lain dari Ekagrata Data Gemilang, Edge Centres, Digital Edge, dan Amazon Web Services (AWS).

Operator colocation juga memasuki pasar Indonesia melalui M&A dan usaha patungan. Pada Desember 2021, Pure Data Center dan LOGOS bermitra untuk mengembangkan data center di Jakarta. ST Telemedia Global Data Centres, GDS Services, dan Data Center First adalah pendatang baru lainnya di Indonesia.

Indonesia juga memiliki kehadiran penyedia layanan cloud besar seperti Alibaba Cloud, Microsoft, dan Amazon Web Services (AWS). AWS dan Microsoft membuka wilayah cloud di Indonesia pada tahun 2021, untuk lebih meningkatkan konektivitas dan layanan keamanan data.

Green Data Center di Indonesia

Indonesia sedang berupaya untuk menghilangkan penggunaan batu bara untuk produksi listrik. Negara ini kemungkinan akan beralih dan mengadopsi sumber energi terbarukan pada tahun 2060.

Indonesia kemungkinan akan menambah kapasitas listrik sekitar 417 MW selama tahun 2022–2027. Apalagi, operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet menggenjot investasi data center di Indonesia.

Misalnya, Inet Global, ISP, sedang membangun pusat data dengan investasi sekitar $68,9 juta dan luas 1,7 hektar. APIC Group (Senayan City, Hotel Mercure, St. Regis) juga berencana membangun Green Data Center di Jakarta dengan nilai investasi mencapai $100 juta.

Fasilitas ini dibangun dalam tiga fase, dengan total kapasitas daya yang diharapkan sebesar 17,5 MW pada pembangunan penuh. Tahap pertama mulai beroperasi pada 2023.

Penggunaan sumber energi listri sangat penting untuk menurunkan kadar emisi karbon data center. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia melalui PLN telah berkomitmen untuk memenuhi pasokan listrik bersumber gas alam untuk industri data center di Jakarta, Indonesia.

Sedangkan idealnya, data center dan industri lainnya harus menggunakan energi terbarukan seperti turbin angin dan panel surya yang sudah dilakukan pada data center di Eropa dan Amerika Serikat.

Namun masih ada waktu untuk mewujudkan Net-Zero Carbon Emission di data center. Target Net-Zero Pact adalah penurunan emisi karbon sebanyak 50% di 2025 dan 100% atau nol karbon di 2050.

Bagaimana Para Penyedia Data Center di Indonesia dapat Ambil Momentum Ini?

Bagaimanapun, dalam bisnis juga berlaku pepatah “tak kenal maka tak ada cuan”. Momentum 2022 – 2027 untuk industri data center di Indonesia terlalu bagus untuk anda lewatkan.

Bagi para pengusaha data center di Indonesia (terutama yang tergabung dalam IDPRO) dapat segara mulai melakukan upaya dalam meraih momentum tersebut. Seperti, upgrade teknologi, menerapkan inovasi dalam menurunkan emisi karbon, dan sebagainya.

Pemasaran digital harus digencarkan.

Kami melihat pemasaran digital data center sangat minim di Indonesia. Mungkin ada rasa tidak perlu karena ini pasar vertikal yang biasanya dari koneksi-ke-koneksi. Namun, dunia telah berubah sejak 15 tahun yang lalu. Adaptasi teknologi juga telah kita rasakan.

Para pengambil keputusan sekarang ini lebih sering menggunakan Google dan LinkedIn untuk mendapatkan informasi. Dalam hal arus informasi, mereka termasuk pengguna internet yang tergolong hevy-user.

Maka paling tidak perusahaan penyedia data center harus melakukan pemasaran digital dan online brandng. Perusahaan B2B dapat mempersingkat proses pengambilan keputusan disisi konsumen yang biasanya membutuhkan 6 hingga 7 langkah proses sebelum transaksi atau closing-the-deal.

Berikut ada petunjuk untuk pemasaran digital data center di Indonesia:

Momentum bisnis data center di Indonesia 2022 – 2027 bernilai ratusan triliun. Masalahnya adalah pengguna data center di Indonesia sepertinya sudah hectic atau sudah berada pada titik jenuh.

Digital marketing untuk data center di Indonesia harus dapat memahami peta bisnis tersebut secara global. Mengikuti isu-isu atau perkembangan terakhir. Sebab, banyak sekali peluang untuk data center di Indonesia dalam pasar global data center.

Kesimpulan:

Adaptasi internet sebanyak 205 juta pengguna di Indonesia telah membuat ledakan kebutuhan data center yang merupakan tulang punggung aktivitas digital.

Data center di Indonesia sedang pada momentum pertumbuhan pesat dan peluang pasar bernilai ratusan triliun di tahun 2027. Akan tetapi ada isu pemanasan global yang harus dapat dipatuhi oleh para penyedia data center di Indonesia.

Baca juga mengenai: Tantangan Data Center di Indonesia

Pasar data center di Indonesia sendiri pun sudah mencapai titik jenuh, akan tetapi pasar global justru mencari data center di Indonesia. Inilah peluang yang harus diraih oleh para penyedia data center di Indonesia, salah satunya adalah dengan menjalankan digital marketing untuk data center dengan baik dan benar.

Terimakasih telah membaca hingga tuntas, semoa dunia data center di Indonesia dapat berkembang pesat dan semakin ramah lingkungan hingga net-zero emisi karbon.

Pin It on Pinterest

Share This