Rencana Anggaran TI Tahun 2017 Akan Lebih Berfokus Kemana?

Dalam menelaah arah rencana anggaran TI tahun 2017, kami menggunakan data dari Gartner dan juga berdasarkan penelitian langsung dilapangan. Bahwa di penghujung tahun 2016, untuk di USA akan lebih mengarah kepada investasi teknologi ketimbang pembelanjaan hardware. Untuk di Indonesia tentu lain. Namun ada satu kesamaan, yakni anggaran pengadaan jasa layanan teknologi informasi (IT Services) akan menempati pertumbuhan tertinggi di tahun 2017.

Didorong oleh pertumbuhan perangkat lunak dan pendapatan layanan TI, belanja TI di seluruh dunia diperkirakan akan mencapai USD 3,5 triliun di tahun 2017. Angaran TI tahun 2017 ini naik 2,9% dari anggaran belanja tahun 2016 yang diperkirakan sebesar USD 3,4 triliun (perkiraan terbaru oleh Gartner, Inc).

Analisa Trend Anggaran TI Tahun 2017

analisa trend anggaran TI tahun 2017

Titik terang bagi industri TI terutama pada sektor perangkat lunak dan layanan pengelolaan Teknologi Informasi (IT Managed Services) . Belanja software diproyeksikan tumbuh 6 %pada 2016, dan akan tumbuh lagi 7,2 persen pada 2017 dengan total sekitar USD 357 milyar.

Belanja layanan TI (Managed Services) tumbuh 3,9% pada tahun 2016 mencapai USD 900 milyar dan meningkatkan 4,8% pada tahun 2017 mencapai USD 943 milyar. Lantas apa yang menyebabkan para pimpinan perusahaan lebih banyak mengeluarkan anggaran untuk layanan managed services ?

Ini merupakan bagian menarik dalam menganalisa hasil temuan Gartner tersebut. Dari seorang CEO perusahaan IT di Jakarta, mengatakan bahwa, belanja perangkat hardware teknologi informasi telah terjadi secara masif sejak beberapa tahun terakhir. Seluruh perangkat TI tersebut perlu dikelola agar dapat lebih optimal. Pengelolaan infrastruktur TI tersebut membutuhkan mitra konsultan terpercaya (Managed Service Provider) dimana perangkat software juga banyak digunakan.

Para vendor hardware dan software membuat sistem sendiri-sendiri. Hal ini menyebabkan terlalu banyak platform yang beredar pada sebuah orkestrasi infrastruktur TI. Kemudian, setelah pendekatan DevOps muncul dengan beberapa platform untuk “cross-platform” seperti Docker, Kubernetes, Ansible, Chef, Puppets, dan sebagainya, hal ini memunculkan “kegairahan” baru dalam mengelola sistem teknologi informasi.

Berdasarkan data Gartner tersebut, dapat kita  pahami bahwa data tersebut sejalan dengan kondisi ekonomi global saat ini. Perusahaan akan semakin mengencangkan ikat pinggang, sementara para pengembang dan konsultan TI berusaha mendapatkan efisiensi bagi mereka.

Seperti pada penggunaan Docker, sebuah perusahaan telekomunikasi di Eropa berhasil merampingkan mesin virtual mereka, dari 400 VM menjadi 20 VM. Dengan menggunakan docker, perusahaan dapat mengoptimalkan infrastruktur TI mereka.

Selain itu, platform orkestrasi kontainer seperti Kubernetes juga membawa perubahan signifikan. Hal ini dapat mengurangi ketergantungan pada suatu vendor tertentu, atau yang lebih dikenal dengan istilah “vendor locked-in“.

Prakiraan Belanja Teknologi Informasi Dunia Tahun 2017

Era digitalisasi membawa perubahan besar dalam dunia teknologi informasi. Layanan cloud diprediksi akan mengalami penurunan seiring dengan besarnya biaya yang ditemui ketimbang memakai server fisik / colocation server pada skala besar. Hybrid data center akan semakin populer di Indonesia. Hal ini meningkatkan kebutuhan ketrampilan pengelolaan data center yang biasanya sudah tersedia pada jasa managed services.

Pada grafik dibawah ini, trend belanja teknologi informasi di tahun 2017 masih akan di dominasi oleh jasa IT managed services dan jasa layanan telekomunikasi.

anggaran belanja teknologi informasi dunia tahun 2017

Di tahun 2016, pertumbuhan jasa managed IT services sebesar 3.9% dan di tahun 2017 akan mencapai 4.8% atau sekitar USD 943 Milyar (naik USD 43 Milyar dari tahun 2016). Untuk keperluan hybrid data center sebagai sarana pengoptimalan infrastruktur IT perusahaan, belanja software mengalami pertumbuhan tertinggi. Tahun 2016 sebesar 6% dan tahun 2017 diperkirakan menjadi 7.2% atau sebesar USD 357 Milyar (naik USD 24 Milyar dari tahun sebelumnya)

Berikut infografis dari pertumbuhan anggaran belanja teknologi informasi tahun 2016 dan 2017.

pertumbuhan belanja teknologi informasi dunia tahun 2017

Dari grafis diatas dapat kita lihat bahwa pembelian perangkat keras di tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 7.5%. Pada tahun 2017, Gartner memprediksi ada kenaikan anggaran belanja hardware sebesar 0.4% atau sekitar Rp. USD 3 Milyar. Hal ini di konfirmasi dengan pasar hardware di Australia yang mulai mengalami peningkatan setelah terpuruk beberapa tahun yang lalu.

Termasuk analisa big data yang di dorong dari produk IoT, juga membawa dampak pada kenaikan anggaran belanja IT di tahun 2017. Beberapa data center di Indonesia juga telah memperluas kapasitas ruangan server mereka dalam skala ratusan hektar.

Aliran data dari produk mobile dan IoT juga membawa isu keamanan. Peningkatan serangan cyber seperti malware, DDoS dan ransomware juga mengalami peningkatan. Hal ini membawa jasa manajemen keamanan teknologi informasi akan semakin dibutuhkan di tahun-tahun mendatang.

Dampak Langsung Dari Brexit

Dampak langsung dari Brexit telah menyebabkan pertumbuhan rata-rata belanja TI menjadi negatif di tahun 2016. Tanpa Inggris, pertumbuhan belanja IT secara global naik sebesar 0,2 persen pada tahun 2016. Tetapi jika termasuk dengan Inggris, anggaran belanja TI diperkirakan menurun 0,3 persen. Dampak langsung dari pound Inggris juga akan menyebabkan pola anggaran TI tahun 2017 akan bergeser sebagaimana harga untuk IT akan meningkat.

Perusahaan akan memantau negosiasi secara ketat, dan akan ada beberapa perubahan dalam investasi TI. Misalnya, di bidang jasa keuangan, analis mengharapkan untuk melihat beberapa negara di Eropa menempatkan lebih banyak investasi IT untuk menawarkan pilihan yang lebih layak bagi negara-negara Uni Eropa daripada U.K.

Kita bisa melihat bahwa belanja Software dan Layanan TI di Jerman dan Perancis meningkat, sementara di U.K. relatif datar. Ada negara-negara lain, seperti Belanda, Luksemburg dan Irlandia yang juga meningkatkan anggaran TI tahun 2017 untuk bersaing dengan bank di Inggris. Ada banyak bank dalam pembicaraan yang menyatakan adanya kemungkinan operasional mereka akan pindah ke luar Inggris, yakni ke wilayah Asia termasuk Indonesia.

Lantas Bagaimana Pengusaha IT Indonesia Menangkap Peluang Ini ?

Bidang seperti IT Services yang dimaksud diatas adalah sebuah kemampuan untuk mengelola otomasi dan orkestrasi infrastruktur teknologi informasi. Hal ini termasuk pada konsolidasi server fisik, cloud, dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud software, akan lebih banyak pada perangkat lunak untuk kebutuhan konsolidasi sistem TI, alat monitoring, analisa dan manajemen kolaborasi. Beberapa aplikasi bisnis terintegrasi juga akan semakin dibutuhkan dimana transformasi digital di Indonesia mulai berkembang pesat di seluruh organisasi pemerintahan dan perusahaan swasta.

Berdasarkan pengetahuan tersebut, ada banyak peluang terbuka lebar. Seperti dengan mengadakan jasa IT Support untuk belahan dunia lain yang berbeda waktu 12 jam dengan Indonesia. Sedangkan peluang untuk di dalam negeri seperti yang disebutkan diatas, untuk kebutuhan digitalisasi bisnis dan pengembangannya. Kebutuhan di Indonesia untuk transformasi digital cukup tinggi, hal in dapat dilihat dari indeks evolusi digital dan peningkatan jumlah pemakai internet di Indonesia yang menembus hampir 90 juta pengguna (mayoritas mereka mengakses internet melalui smartphone).

Kesimpulan:

Pada akhirnya, dalam era digital sekarang ini, semua bergerak lebih cepat. Untuk dapat mengimbangi hal tersebut, setiap bisnis akan perlu melakukan otomatisasi, inovasi, dan optimalisasi. Kondisi ekonomi global di tahun 2016 yang sedang menurun membawa perusahaan dan instansi pemerintah melakukan efisiensi. Di antara tuntutan dalam mengimbangi perkembangan teknologi digital dengan tuntutan efisiensi terdapat peluang besar bagi perusahaan yang kreatif dan inovatif. Ini merupakan kunci dalam menangkap peluang besar dari anggaran TI tahun 2017.

Silahkan berdiskusi..

2 Responses so far.

  1. […] Jasa layanan teknologi informasi (managed services) dan perangkat lunak menempati posisi tertinggi pada rencana anggaran TI tahun 2017. Apa alasannya ?  […]

Pin It on Pinterest

Share This