Seberapa Besar Downtime Data Center Yang Dapat Anda Terima?

Awal Maret 2017, beberapa situs marketplace di Indonesia tumbang selama hampir lebih dari 6 jam. Hal ini menimbulkan pertanyaan menarik, yakni seberapa besar downtime data center yang dapat kita terima untuk bisnis akan berpengaruh besar pada keberlanjutan bisnis bukan hanya dari sisi operasional, akan tetapi juga dari sisi keuangan.

Seberapa Besar Downtime Data Center Yang Dapat Anda Terima ?

Ukur Toleransi Downtime Data Center untuk Bisnis Anda

Sebuah downtime akan melibatkan RTO dan RPO. RTO adalah berapa lama waktu yang dapat di kita terima dalam menghadapi downtime, di ukur dari terjadinya downtime hingga pulihnya operaional. RPO berapa toleransi data rusak atau hilang yang dapat kita terima.

RTO dan RPO akan berkaitan dengan disaster recovery planning (rencana mitigasi bencana). Dalam hal ini, kejadian downtime selalu merupakan bencana IT. Oleh karena itu, sebuah instalasi data center dengan standard tertentu harus termasuk pada BCP. Sehingga pada akhirnya anda dapat menghilangkan kekhawatiran akan terjadinya downtime data center yang mengakibatkan tertahannya operasional anda.

Downtime data center seperti yang terjadi pada awal Maret 2017, berdampak pada tumbangnya 3 situs marketplace terbesar di Indonesia. Tentunya hal ini juga berdampak para para penggunanya. Berdasar pemantauan kami, terdapat penurunan sekitar 1000 pengunjung website per hari. Sedangkan biaya aktivasi per pengguna dapat berkisar Rp. 1jt per pengguna. Dalam hal ini, potensi kerugian tersebut akan di tutupi dengan biaya promosi yang lebih besar. Padahal, sebuah solusi yang lebih murah dapat di jadikan peritimbangan dalam menghadapi downtime data center.

Dengan mengukur toleransi downtime data center, maka bisnis anda sudah lebih siap untuk menghadapi sesuatu yang tidak dapat di duga. Downtime data center hanya dapat kita siapkan penanganannya, hal ini akan lebih baik walau melibatkan biaya, namun tidak sebesar potensi biaya yang harus dikeluarkan jika terjadi downtime.

Sekilas Tentang Disaster Recovery Center (DRC)

Disaster recovery merupakan faktor realisasi ‘backup plan’ anda. Tanpa menghadirkan solusi mitigasi downtime, maka ‘backup plan’ anda tersebut tidak akan berjalan sesuai harapan. Sebuah fasilitas data center yang memiliki standard sebagai DRC dapat mencegah terjadi downtime di data center utama anda. Ini dikarenakan, bagi sebuah DRC, downtime hanya diperbolehkan selama 1.5 jam per tahun.

Disaster recovery center merupakan fasilitas data center yang memiliki infrastruktur IT yang kuat. Baik dari sisi design, arsitektur, hingga seluruh lingkup manajemen data center. Data center yang dapat menjamin tingkat layanan diatas 99.9% dalah data center yang bersertifikat TIER III. Namun, bagaimana anda dapat memastikan bahwa data center tersebut sanggup memenuhi komitmen operasional tersebut ?

Mungkin disini anda bisa terjebak dengan ‘janji SLA’ tersebut. Tapi sebagai pimpinan IT, tentuya bertanggung jawab penuh pada tiap keputusan yang di ambil. Umumnya, penawaran harga yang lebih murah akan memikat. Ini sebetulnya sah-sah saja dalam bisnis, akan tetapi jika sampai mempengaruhi objektivitas teknis maka potensi kerugian akan terbuka bagi perusahaan anda.

Untuk memastikan sebuah data center layak atau tidak untuk mendukung kelancaran operasional digital anda, sebetulnya cukup mudah. Selain sertifikasi fasilitas data center yang kredibel, sertifikasi profesional tenaga ahli di data center tersebut juga harus anda perhatikan. Yang perlu anda perhatikan adalah teknis infrastruktur data center itu sendiri, karena disini-lah letak kemampuan operasional terus menerus dapat anda pastikan sendiri.

Track record sebuah data center TIER III juga perlu diperhatikan. Jika sebuah data center pernah mengalami downtime, maka yang perlu di perhatikan adalah sebab dan apa penanganan yang sudah dilakukan data center tersebut. Namun dalam hal ini, masalah kepercayaan akan menjadi pertimbangan.

Kerugian Downtime

Wajar saja jika sebuah perusahaan yang meng-colocation server mereka di sebuah data center dan kemudian terjadi downtime cukup lama akan mulai melihat-lihat data center lainnya. Kerugian downtime berkisar antar puluhan ribu dolar hingga ratusan juta dolar, bergantung skala transaksi digital masing-masing perusahan.

Downtime sudah tidak dapat di toleransi. Bagi para konsumen, apapun alasan yang dapat kita kemukakan, tetap mereka akan mulai melihat ke para pesaing. Kondisi era mobile digital sekarang ini selalu berkaitan dengan kemudahan, ketepatan dan kecepatan. Bahkan, jika website atau aplikasi kita lama dibuka mereka maka hal tersebut dapat menjadi penyebab larinya para konsumen ke pesaing.

Biaya disaster recovery mungkin menjadi sangat murah jika dibanding biaya downtime. Bahkan sekarang juga sudah ada Disaster Recovery as a Service (DRaaS), sebuah solusi cloud backup untuk misi kritis operasional. DRaaS lebih tepat digunakan untuk perusahaan skala kecil hingga menengah, dengan biaya dari ribuan rupiah per bulan hingga puluhan juta per bulan.

Untuk perusahaan skala besar yang memiliki jutaan transaksi, sebuah DR colocation center lebih tepat di gunakan. Kecepatan fail-over juga akan mempengaruhi waktu downtime. DRaaS dapat menjamin fail-over paling cepat 15 menit dan paling lama 2 jam. Sedangkan DRC dapat menjamin dalam hitungan detik, tergantung dukungan koneksi internet.

Dibelakang cloud backup seperti layanan DRaaS terdapat infrastruktur data center yang juga wajib kita perhatikan. Intinya, jika infrastruktur data center tersebut tidak termasuk TIER III maka toleransi downtimenya akan lebih dari 1.5 jam per tahun, bisa 20 jam per tahun ataupun lebih.

DRC dapat menjadi solusi dalam menghadapi downtime di data center utama anda. Ketika seperti kegagalan UPS menyalakan pembangkit listrik cadangan, maka operasional IT anda akan otomatis dialihkan ke situs DRC yang telah bersertifikat TIER III dan belum pernah mengalami downtime sejak awal operasional data centet tersebut.

Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan para pimpinan IT di Indonesia, baik pada perusahaan startup maupun pada perusahaan multi nasional yang beroperasi di Indonesia. Keputusan selalu berada di tangan anda..

Silahkan berdiskusi..
Post Tagged with ,

Comments are closed.

Pin It on Pinterest

Share This