Jika Deutsche Bank Bangkrut, Sistem Keuangan Dunia Bisa Kolaps

Deutsche Bank adalah bank investasi terbesar kedua di dunia. Secara kumulatif asetnya yang bernilai 2 triliun EURO dengan puncak deposit lebih dari 570 miliar EUR. Hal ini terlah menjadi berita utama sejak dua tahun lalu. Sejak secara signifikan asetnya dicairkan, ribuan karyawan di PHK. Jika Deutsche Bank bangkrut maka hal ini dapat memberikan efek sistemik yang menyebabkan sistem keuangan global kolaps.

Sistem Keuangan Dunia Bisa Kolaps jika Deutsche Bank Bangkrut

Deutsche Bank Jerman dikabarkan gagal mencapai kesepakatan dengan AS dalam negosiasi denda yang sangat besar tersebut. Bank menghadapi penalty sebesar USD 14 miliyar dari Departemen Kehakiman AS atas kesalahan penjualan sekuritas hipotek pada krisis keuangan tahun 2008. Ini merupakan awal penyebab Deu

Alasan utama pemerintah AS memberikan penalty sebesar USD 14 miliar pada bank Jerman adalah karena mereka memiliki hutang yang besar. Mereka punya defisit raksasa – mereka putus asa dalam perolehan pendapatan. Mereka akan mencoba untuk mendapatkan dari mana saja mereka bisa.

Urutan Kejadian Penyebab Deutsche Bank Bangkrut

Masalah sebenarnya yang terjadi pada Deutsche Bank adalah eksposur di pasar derivatif. Dengan jumlah 55 triliun EURO yang 20 kali lebih besar dari Pendapatan Domestik Bruo (GDP) Jerman. 70% dari semua produk detivatif merupakan bunga derivatif suku dan mereka dijamin dengan obligasi pemerintah.

Masalah besar derivatif (hanya JP Morgan berada di depan dengan margin kecil) telah mereka hadapi selama dalam dua tahun terakhir oleh kenaikan harga obligasi pemerintah yang merupakan pilar sekuritas derivatif. Pada bulan Februari tahun ini obligasi pemerintah mencapai harga tertinggi mereka (dengan yield mendekati nol). Setelah itu harga mulai jatuh dan berpengatuh terhadap nilai efek yang terkait pada seluruh piramida derivatif.

  • April 2014 – Deutsche Bank dipaksa untuk menambah modal sebesar 1,5 milyar EURO.
  • Mei 2014 – Deutsche Bank menjual 30% aset senilai 8 milyar EURO untuk menjaga likuiditas. Kehilangan arus kas dan uang adalah cara tercepat untuk kebangkrutan.
  • Maret 2015 – DB gagal uji stres. Bahkan Belgia Dexia yang hari itu bangkrut dapat melawati uji stres tersebut.
  • April 2015 – DB harus membayar USD 2,5 miliar untuk menyelesaikan kasus penyelidikan manipulasi skandal LIBOR. (sebagian pengamat melihat adanya sebuah praktik teori konspirasi)
  • 5 Juni 2015 – Yunani jatuh di akibat kewajiban pembayaran hutang kepada IMF, ini memiliki konsekuensi tersendiri untuk DB.
  • 9 Juni 2015 – Lembaga pemeringkat Standard & Poor menurunkan peringkat DB yang bahkan lebih rendah dari peringkat saat kebangkrutan perusahaan Lehman.

Pasar Derivatif Yang Terlalu Banyak Spekulasi

DB mempekerjakan hampir 100 ribu orang di seluruh dunia dan nilai derivatif lebih tinggi dari GDP global. Secara keseluruhan, bank terbesar AS secara kolektif memiliki lebih dari 247 triliun dolar dari paparan kontrak derivatif. Itu adalah jumlah uang yang lebih dari 13 kali ukuran utang nasional AS, dan itu adalah bom waktu yang bisa meruntuhkan sistem keuangan setiap saat.

Secara global, nilai nasional semua kontrak derivatif yang beredar adalah 552.9 triliun dolar menurut Bank for International Settlements. Para bankir meyakinkan kita bahwa instrumen keuangan jauh lebih berisiko dari apa yang kita dengar, dan bahwa mereka telah menyebarkan risiko cukup sistemik sehingga dapat membawa seluruh sistem keuangan kolaps.

Tapi itu adalah hal tentang risiko – mungkin kita dapat mencoba untuk banyak cara yang mengatasinya, tapi kita tidak pernah bisa menghilangkannya. Dan ketika derivatif akhirnya terlalu menggelembung hal ini dapat meledak dan tidak akan ada cukup uang di seluruh planet untuk memperbaikinya.

Oleh karena itu, jika Deutsche Bank bangkrut banyak pengamat yang mengkhawatirkan kolapsnya sistem keuangan global karena dapat membawa masalah sistemik atau efek domino.

Silahkan berdiskusi..
Post Tagged with ,

Comments are closed.

Pin It on Pinterest

Share This