Cara Menghitung Harga Jual Produk Lengkap dengan Rumusnya

Jan 22, 2026 | Bisnis

Menentukan harga jual sering dianggap hal sepele. Padahal, banyak usaha yang terlihat ramai tapi tidak berkembang, bahkan perlahan tutup, bukan karena produknya jelek, melainkan karena salah menghitung harga jual. Ada yang memasang harga terlalu murah demi cepat laku, ada juga yang terlalu mahal tanpa dasar perhitungan yang jelas. Akibatnya sama-sama berisiko.

Artikel ini disusun sebagai panduan praktis dan netral untuk membantu pelaku usaha, UMKM, reseller, hingga pemula bisnis memahami cara menghitung harga jual produk secara logis, masuk akal, dan bisa dipertanggungjawabkan. Pembahasan dibuat lengkap, bertahap, dan menggunakan contoh sederhana.

Apa Itu Harga Jual dan Kenapa Tidak Bisa Asal Tentukan

Harga jual adalah harga akhir yang dibayarkan konsumen untuk sebuah produk atau layanan. Angka ini bukan sekadar biaya produksi ditambah sedikit keuntungan. Di dalamnya ada banyak komponen yang sering kali tidak disadari, terutama oleh pelaku usaha yang baru mulai.

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah meniru harga kompetitor tanpa tahu struktur biaya sendiri. Ada juga yang hanya berpatokan pada feeling atau asumsi, misalnya karena produknya terlihat sederhana, maka harganya juga harus murah. Cara berpikir seperti ini membuat usaha rentan rugi dalam jangka menengah.

Menentukan harga jual secara tepat membantu bisnis berjalan lebih tenang. Arus kas lebih terkontrol, keuntungan bisa diprediksi, dan keputusan bisnis ke depan jadi lebih rasional.

Komponen Penting dalam Menghitung Harga Jual

Pada dasarnya, menentukan harga jual harus dapat menghitung harga pokok penjualan (HPP). Sebelum masuk ke rumus, langkah paling penting adalah memahami apa saja komponen biaya yang membentuk harga jual.

Biaya Produksi

Biaya produksi adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk. Contohnya bahan baku, bahan pendukung, kemasan, hingga ongkos tenaga kerja langsung. Pada produk makanan, biaya ini biasanya mencakup bahan utama, bumbu, gas, dan kemasan.

Biaya Operasional

Biaya operasional sering kali terlupakan karena tidak terlihat langsung di produk. Padahal, komponen ini sangat berpengaruh. Contohnya biaya listrik, air, internet, sewa tempat, transportasi, hingga alat penunjang kerja.

Biaya Tidak Langsung

Biaya tidak langsung mencakup pengeluaran kecil yang jika dikumpulkan jumlahnya cukup besar. Misalnya biaya administrasi, biaya promosi, potongan marketplace, atau biaya retur barang.

Margin Keuntungan

Margin adalah keuntungan yang ingin diperoleh dari setiap produk. Besarnya margin dipengaruhi oleh jenis usaha, target pasar, dan strategi bisnis. Produk harian biasanya punya margin lebih kecil dibanding produk premium.

Rumus Harga Jual yang Paling Umum Digunakan

Ada beberapa rumus harga jual yang sering digunakan dalam praktik bisnis. Pemilihan rumus tergantung pada kebutuhan dan tingkat ketelitian yang diinginkan.

Rumus Harga Jual Dasar

Rumus paling sederhana adalah:

Harga Jual = Total Biaya + Keuntungan

Cara hitung harga jual dasar seperti ini cocok untuk usaha kecil yang masih sederhana dan jumlah produknya terbatas. Namun, pendekatan ini kurang akurat jika biaya operasional tidak dihitung dengan detail.

Rumus Harga Jual Berdasarkan Persentase Margin

Rumus ini lebih sering dipakai karena hasilnya lebih terkontrol:

Harga Jual = Total Biaya / (1 – Margin)

Sebagai contoh, jika total biaya sebuah produk adalah Rp. 50.000 dan margin yang diinginkan 30%, maka harga jualnya adalah Rp. 50.000 / 0,7 = Rp. 71.429.

Cara Menghitung Harga Jual Produk Langkah demi Langkah

Agar lebih mudah diterapkan, berikut langkah sistematis dalam menghitung harga jual produk.

1. Hitung Total Biaya Produksi

Catat semua biaya yang benar-benar dikeluarkan untuk membuat satu produk. Jika produksi dilakukan dalam jumlah banyak, bagi total biaya dengan jumlah produk yang dihasilkan.

2. Masukkan Biaya Operasional per Produk

Biaya operasional bulanan perlu dibagi rata ke seluruh produk yang terjual. Cara ini membuat perhitungan lebih realistis dan menghindari kerugian tersembunyi.

3. Tentukan Margin yang Masuk Akal

Margin sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasar. Terlalu kecil membuat usaha sulit berkembang, terlalu besar bisa membuat produk sulit bersaing.

4. Uji Harga ke Pasar

Harga jual bukan angka mati. Setelah ditentukan, lakukan uji pasar dan lihat respons konsumen. Penyesuaian masih sangat mungkin dilakukan.

Baca juga: 5 Franchise Makanan Modal Kecil Paling Menguntungkan Tahun 2025

Cara Menentukan Harga Jual agar Tetap Bersaing

Menentukan harga jual tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar. Namun, mengikuti harga pasar tidak berarti harus menurunkan standar kualitas.

Bandingkan produk sejenis, pahami keunggulan sendiri, dan sesuaikan dengan target konsumen. Harga yang sedikit lebih tinggi masih bisa diterima jika nilai produk terasa jelas.

Strategi harga psikologis juga sering digunakan, misalnya menggunakan angka R.p19.900 dibanding Rp.20.000 untuk menciptakan kesan lebih murah.

Contoh Perhitungan Harga Jual Produk

Agar lebih konkret, berikut contoh sederhana.

Sebuah usaha makanan ringan mengeluarkan biaya produksi dan operasional sebesar Rp10.000 per produk. Margin yang diinginkan adalah 40%.

Harga jual = Rp. 10.000 / (1 – 0,4) = Rp. 16.667

Harga tersebut bisa dibulatkan menjadi Rp17.000 atau disesuaikan dengan strategi harga yang digunakan.

Kesalahan Umum dalam Menghitung Harga Jual

Banyak pelaku usaha merasa sudah untung, padahal secara hitungan sebenarnya masih rugi. Hal ini sering terjadi karena ada biaya yang terlewat atau margin yang terlalu kecil.

Kesalahan lain adalah menetapkan harga berdasarkan emosi, bukan data. Dalam jangka pendek mungkin terasa aman, tetapi dalam jangka panjang akan menyulitkan.

Mematikan pesaing dengan harga murah (predator pricing) merupakan praktik perdagangan yang tidak menguntungkan semua pihak. Oleh karena itu, alih-alih menurunkan harga, lebih baik memberikan bonus atau pelayanan yang lebih baik.

Kapan Harga Jual Perlu Dievaluasi Ulang

Harga jual perlu dievaluasi secara berkala, terutama saat biaya bahan naik, terjadi perubahan pasar, atau skala usaha bertambah. Evaluasi rutin membantu bisnis tetap adaptif dan sehat.

Evaluasi rutin dapat Anda lakukan per minggu atau per bulan. Buatlah tabel harga pesaing, agar keputusan penetapan harga memiliki dasar yang nyata. Hindari menetapkan harga dengan cara menebak-nebak.

Intinya..

Menghitung harga jual adalah fondasi penting agar usaha tidak sekadar ramai, tetapi juga benar-benar menghasilkan keuntungan. Tanpa perhitungan yang rapi, bisnis mudah terlihat sehat di luar namun rapuh di dalam.

Memahami komponen biaya, memilih rumus harga jual yang tepat, dan menyesuaikannya dengan kondisi pasar membantu pelaku usaha mengambil keputusan secara lebih rasional, bukan sekadar berdasarkan perkiraan.

Panduan ini dapat dijadikan titik awal sebelum menetapkan harga produk, bernegosiasi dengan supplier, atau menjalin kerja sama bisnis agar setiap langkah memiliki dasar perhitungan yang jelas.

Sebagai tambahan, saat ini semua bisnis hadir di ranah digital, sudah saatnya bisnis Anda juga hadir dengan sebuah website bisnis yang berkualitas. Cek biaya pembuatan website untuk mendapatkan penyedia jasa pembuatan website yang kredibel.

 

Advertisement

Kategori

Powered by

digital marketing specialist

Artikel Terkait

Pin It on Pinterest

Share This