3 Metode DevOps Dengan Menggunakan Platform Docker

Berkolaborasi dalam lingkungan Docker antara pengembang secara terpisah dan juga dengan tim operasional di perusahaan client, merupakan salah satu keunggulan docker. Selain tidak menyebabkan sistem yang berjalan menjadi terganggu, Docker dapat meningkatkan kecepatan dalam membuat aplikasi. Makalah ini berisi 3 prinsip DevOps dengan menggunakan Docker sebagai platform kontainerisasi. Juga tersedia white paper Docker yang dapat anda download menggunakan e-mail kantor anda.

Definisi DevOps

Merupakan singkatan dari Development Operations. Tidak ada definisi tunggal untuk DevOps. DevOps merupakan pergeseran cara kerja yang melibatkan perubahan dalam cara pengorganisasian dan proses. Tergantung pada tiap organisasi dalam definisi DevOps. Metodologi ini menekankan komunikasi antara pengembang dan tim operasional yang berkolaborasi dan saling memberikan umpan balik yang cepat. Hal ini dapat mempercepat pengembangan dan juga mempercepat menemukan kesalahan dalam proses pengembangan, sehingga memiliki kemampuan untuk melakukan perbaikan atau pemulihan. Pada akhirnya, efisien signifikan dan perolehan aplikasi yang lebih baik menjadi manfaat utama dari DevOps.

Memulai Perjalanan DevOps Anda

Tidak ada panduan sederhana untuk “Melakukan DevOps.” Namun selalu dimulai dengan “meruntuhkan” silo yang lama, meningkatkan komunikasi antara pembangunan dan operasi tim dan menciptakan struktur dan proses yang baru. Komunikasi ini memungkinkan kedua tim untuk lebih memahami kebutuhan masing-masing dan bekerja sama lebih dekat dalam proses pengembangan. Area yang paling baik untuk memulai adalah sebuah proyek kecil, dengan menerapkan metode baru untuk pengembangan, pengujian, penyebaran dan pemulihan proses untuk melatih tim alih-alih mencoba untuk mengkonversi seluruh perusahaan Anda ke DevOps dalam satu malam. Dalam proses ini Anda akan melakuan perubahan dan penyesuaian untuk menemukan keseimbangan yang tepat mengenai cara mengorganisir tim dan bagaimana kecepatan tanggapan dapat ditangani.

Hambatan Umum dalam Bertransformasi

Hambatan umum yang paling utama adalah ketika organisasi khawatir gagal dalam berpindah dari lingkungan yang hampir usang. Pada dasarnya hal ini mengalahkan tujuan DevOps sama sekali. DevOps tidakn hanya tentang alat teknologi. Devops memang sebuah alat yang dapat membantu, tetapi Anda perlu memastikan orang-orang dan perubahan proses yang terjadi dalam hubungannya dan memberikan diri Anda waktu untuk menilai basis pengetahuan dan keahlian dari tim Anda, kesiapan operasional dan bereksperimen dengan alat yang berbeda. Kurangnya penilaian terhadap situasi saat ini dapat menjadi hambatan di tengah proses transformasi.

Beberapa Pertanyaan Penting Sebelum Memulai DevOps

Pertanyaan yang paling penting untuk dikemukakan dalam rapat dengan tim anda adalah :

Apakah organisasi anda telah mengetahui bagaimana mengukur suatu keberhasilan dalam organisasi Anda?” Jika jawabannya tidak, berarti ada beberapa pekerjaan prasyarat yang harus dilakukan terlebih dahulu. Memahami sampai dimana organisasi Anda berdiri saat ini merupakan hal penting sebelum melangkah lebih jauh. Mengajukan pertanyaan seperti “Bagaimana siklus hidup perangkat lunak Anda hari ini ?” “Apa yang kita lakukan untuk otomatisasi hari ini?” “Apa alat yang kita gunakan saat ini. Apakah sudah dapat menjembatani kerja sama para tim fungsional ? “Ini adalah pertanyaan tidak bisa dilupakan oleh perusahaan. Dalam hal ini sebuah jasa konsultan IT untuk perusahaan besar dapat memberi anda pengarahan mulai dari persiapan sampai pelaksanaan.

Setelah itu, Anda akan semakin bersemangat untuk melakukan transformasi. DevOps memiliki prinsip dan pola yang memungkinkan organisasi IT untuk keluar dari maslah klasik ketika bagian pengembang (Dev) dan bagian operasional (Ops) tidak bekerja sama secara efektif.

Prinsip DevOps Dengan Platform Docker

3 prinsip dasar dalam pengembangan dan operasional menggunakan platform docker

Mari kita lanjutkan topik ini mengenai Tiga Prinsip DevOps, yang merupakan seperangkat prinsip dimana kita dapat mengamati perilaku DevOps yang memungkinkan aliran cepat berkelanjutan dari Pengembangan ke Operasional untuk pelanggan, sambil menjaga kehandalan berkelas dunia, stabilitas, dan keamanan. Dengan melakukan ini, organisasi dapat memaksimalkan produktivitas pengembang, memungkinkan pembelajaran organisasi, dan kemampuan untuk menang di pasar.

Ringkasan Umum 3 Prinsip DvOps

3 prinsip utama devops by dockerDevOps merupakan sebuah pola pikir, cara berpikir, terhadap pelaksanaan serangkaian proses dengan cara tertentu. Tujuan dari semua pengorganisasian DevOps adalah sama: untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan yang melibatkan inovasi. Apa yang terlah dimulai pada percobaan telah berubah menjadi sebuah gerakan untuk menyatukan pengembangan software dan operasi untuk menjalankan software lebih dekat secara bersama-sama. Selama bertahun-tahun, para pemimpin industri dan praktisi DevOps telah berusaha untuk mengidentifikasi pola dan praktik terbaik. Sehingga kini, metode yang telah sukses dapat dipakai untuk para praktisi DevOps dan untuk pengembangan berikutnya.

Tiga prinsip yang dikenal sebagai “The Three Ways of DevOps” telah ter-identifikasi dan ini merupakan prinsip-prinsip induk pada semua pola Devops yang dikembangkan. Tiga Cara DevOps meliputi: pemikiran sistem, memperkuat dan memperpendek loop umpan balik dan pembelajaran terus-menerus.

Prinsip-prinsip ini menggambarkan nilai-nilai dan filosofi yang membingkai proses, prosedur, praktek DevOps, serta langkah-langkah preskriptif. Kemampuan dari platform Docker dengan sistem komputasi kontainer, storage dan jaringan untuk aplikasi terdistribusi memberikan hasil yang menjanjikan bila diterapkan dengan Tiga prinsip DevOps ini. Peningkatan tersebut terjadi pada kecepatan eksponensial, kecepatan untuk merampingkan umpan balik loop dan kolaborasi di seluruh tim.

Kunci pemahaman makalah ini:

• Sebuah pemahaman yang lebih dalam mengenai Tiga Cara Prinsip DevOps dan tujuannya
• Bagaimana menerapkan prinsip-prinsip ini dengan mengunakan Docker ke dalam organisasi Anda
• Contoh hasil dan manfaat berdasarkan pengalaman para praktisi

Silahkan download white paper makalah ini secara gratis untuk mengetahui lebih lanjut.

Harap gunakan e-mail dengan nama domain perusahaan anda.

*
*
*

Setelah klik download, silahkan cek link download di e-mail anda. Jika anda menggunakan e-mail gmail atau yahoo (bukan email dengan nama domain perusahaa anda) silahkan cek pada junk folder. Terimakasih

Silahkan berdiskusi..

Comments are closed.

Pin It on Pinterest

Share This