Bisnis Data Center Indonesia di Tahun 2016

perdiksi industri data center indonesia di tahun 2016Mungkin sebagian praktisi di dunia IT telah menerima beberapa e-mail mengenai prediksi bisnis data center di tahun 2016 oleh para vendor, ada yang menarik, ada yang kurang menarik, dan tentu saja untuk kepentingan para vendor itu sendiri.

Prediksi Trend Industri Data Center di Tahun 2016

Berikut hasil penyaringan paling menarik dari prediksi-prediksi oleh para Vendor tersebut bagi industri data center.

Jaringan Data Center Raksasa

Seperti pada 5 pemain besar seperti Google, Facebook, Microsoft, Amazon dan Alibaba akan membutuhkan lebih dari 20% dari total anggaran belanja infrastruktur IT seperti data center. Akan tetapi ini dapat berarti mereka akan menggunakan yang sudah ada dan membangun lebih banyak data center untuk keperluan mereka sendiri ketimbang memakai data center lain atau outsourcing data center.

Open Source di Data Center Indonesia

Tentu banyak perusahaan yang tidak menginginkan situasi “Vendor Lock-in” alias ketergantungan pada satu vendor dan ini juga untuk menghindari kesalahan penerapan teknologi informasi yang dapat disebabkan oleh perubahan dalam industri Teknologi Informasi. Oleh karena itu, penggunaan open source di data center Indonesia akan lebih di lirik oleh pengguna karena open source dapat di implementasikan oleh siapa saja, tanpa ketergantungan dari pihak penyedia aplikasi (vendor).

Flash Storage untuk Data Raksasa

Para pemakai OS RHEL, SLES, Windows, VMware, Hyper-­V, Citrix, AIX, Solaris SPARC, Solaris x64, HP-­UX akan lebih tertarik memakai flash storage karena selain dapat menampung data puluhan tera byte, juga efisien, kompak, dan low latency yang artinya cepat dan stabil dalam I/O data.

Hal ini sangat diperlukan perusahaan dalam meningkatkan kemampuan analisa data secara real-time, untuk dapat berkompetisi dari waktu-kewaktu. Flash Storage akan memainkan peran dominan di tahun 2016 karena perusahaan tidak harus memilih antara kecepatan dengan keamanan, perusahaan akan dapat keduanya!

Aplikasi Lebih penting, Infrastruktur Selanjutnya.

Kemampuan untuk mengembangkan aplikasi yang dapat digunakan dimana saja menggunakan containerization dapat lebih efisien, karena lebih terfokus pada pusat data dan arsitektur software-defined-data center.

Secara keseluruhan para praktisi IT di beberapa level akan lebih memungkinkan untuk berpikir lebih dalam mencari manfaat terbaik bagi para pengguna akhir yang tidak dibatasi oleh : waktu dan manajemen infrastruktur, sehingga dapat lebih melakukan perluasan dan pemberdayaan teknologi lebih lanjut.

Interkoneksi Data Center dengan IoT

Adopsi dan perluasan penggunaan perangkat IoT (Internet o Things), atau perangkat yang terhubung dengan internet) akan terus semakin meningkat kedepannya. Hal ini dapat mengakibatkan banjirnya data pada jaringan yang otomatis harus selalu lebih besar lagi. Juga hal ini dapat menimbulkan masalah keamanan. Bisnis data data center Indonesia harus memperluas kapasitas sembari memadatkan penggunaannya.

Para analis memperkirakan bahwa pada tahun 2016, perusahaan akan bekerja lebih mulus menggabungkan kecerdasan jaringan dengan data yang diproses oleh sensor dan aktuator. Hal ini akan memungkinkan perusahaan mendapatkan kontrol yang lebih informatif dan meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan IoT untuk lebih cepat beradaptasi dengan perubahan dan kondisi, serta membuat nilai baru dan mendorong pertumbuhan baru. Ini membentuk sebuah peluang dalam bisnis data center, yakni jasa pengelolaan infrastruktur IT.

Perusahaan dapat meningkatkan kelincahan mereka pada kondisi IoT yang cepat berubah dengan mengerahkan infrastruktur yang memungkinkan koneksi langsung dan aman antara beberapa komponen yang selaras untuk mengeksploitasi atau memaksimalkan kecepatan real-time IoT.

Interkoneksi memastikan karyawan, mitra dan pelanggan bisa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, dalam konteks yang tepat, penggunaan perangkat, saluran dan layanan yang mereka inginkan. Para pelaku bisnis akan menyadari hal ini, berarti interkoneksi yang kuat akan menjadi solusi yang lebih menonjol dalam ruang ini di tahun 2016, sebagai titik persimpangan antara IoT, Clouds atau komputasi awan dan Enterprise, keterhubungan menjadi semakin diperlukan dan ini merupakan tantangan tersendiri bagi dunia datacenter Indonesia.

Dari Sentralisasi ke Terdistribusi

Dalam kondisi yang menuntut sebuah perusahaan global untuk bertindak secara lokal, hal terbaik yang dapat dilakukan pada kebutuhan internal dan untuk customer mereka adalah dengan menempatkan aplikasi serta data pada sebuah data-center di tiap lokasi dimana bisnis mereka ber operasi. Data center indonesia dituntut untuk mengikuti perubahan ini.

Misal seperti perusahaan market place dunia, Lazada .. untuk dapat beroperasi lebih baik di Indonesia maka mereka akan menempatkan aplikasinya di data-center Indonesia, karena akan lebih cepat di akses dan lebih stabil bagi semua penggunanya.

Untuk hal seperti ini, para perusahaan Multi National Company di Indonesia dapat menggunakan data center yang reliable. Data center tersebut harus memiliki kriteria Tier III yang menjamin ketersediaan diatas 99.9% dan semua perangkat IT di data center tersebut memiliki lebih dari 1 sumber daya listrik. Sehingga kebutuhan akses data dapat tetap terjaga.

Demikian informasi seputar industri data center di tahun 2016, semoga dapat menjadi masukan bagi seluruh praktisi IT di Indonesia dan ASEAN.

Summary
Review Date
Reviewed Item
Data Center Tier III, Elitery.Com di Bogor dan Jakarta. Indonesia
Author Rating
51star1star1star1star1star
Silahkan berdiskusi..

Comments are closed.

Pin It on Pinterest

Share This